Goal.com - Hasil imbang tim nasional Indonesia U-19 kontra timnas Myanmar U-19,
Senin (5/5) malam, di stadion Gelora Bung Karno, memberikan pelajaran
tersendiri untuk kubu tuan rumah.
Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, dapat terlihat bahwa Evan Dimas begitu sentral di lini tengah Garuda Jaya. Terlebih lagi dua pemain lain yang menemani Evan Dimas di lini tengah, Hargianto dan Zulfiandi, nampak tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Myanmar akibat pressing ketat yang diterapkan Myanmar.
Indra Sjafri sebagai pelatih dari Indonesia U-19 pun mengakui, bahwa tim lawan jelas mencoba mematikan pergerakan dari kapten Evan Dimas. Namun bagi Indra, hal tersebut bagus untuk perkembangan pemain bernomor punggung enam tersebut.
"Ada intensitas dari lawan untuk mematikan satu pemain (Evan Dimas). Tadi bisa lihat Evan ditempel dengan berbagai aksi dari mereka. Lebih parah lagi, Zulfiandi sulit untuk berkembang. Saat Paulo (Sitanggang) masuk, ada sedikit kemauan dia untuk bermain lebih mobile," kata Indra dalam sesi jumpa pers usai laga.
"Ini merupakan pelajaran tersendiri untuk Evan bila dalam kondisi dijaga ketat dan tertekan, ke depan dia tahu harus bagaimana," imbuh pelatih 51 tahun itu.
Di sisi lain, pelatih dari Myanmar Gerd Friedrich Horst, pun mengakui bahwa peran Evan Dimas begitu penting sebagai jenderal lini tengah. Selain itu, dia juga memiliki catatan bahwa Maldini Pali meupakan andalan lain untuk Indonesia memulai serangan. "Indonesia tim bagus, tapi peran dari pemain bernomor punggung enam (Evan Dimas) dan Maldini sangat penting untuk dimatikan," katanya.
Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, dapat terlihat bahwa Evan Dimas begitu sentral di lini tengah Garuda Jaya. Terlebih lagi dua pemain lain yang menemani Evan Dimas di lini tengah, Hargianto dan Zulfiandi, nampak tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Myanmar akibat pressing ketat yang diterapkan Myanmar.
Indra Sjafri sebagai pelatih dari Indonesia U-19 pun mengakui, bahwa tim lawan jelas mencoba mematikan pergerakan dari kapten Evan Dimas. Namun bagi Indra, hal tersebut bagus untuk perkembangan pemain bernomor punggung enam tersebut.
"Ada intensitas dari lawan untuk mematikan satu pemain (Evan Dimas). Tadi bisa lihat Evan ditempel dengan berbagai aksi dari mereka. Lebih parah lagi, Zulfiandi sulit untuk berkembang. Saat Paulo (Sitanggang) masuk, ada sedikit kemauan dia untuk bermain lebih mobile," kata Indra dalam sesi jumpa pers usai laga.
"Ini merupakan pelajaran tersendiri untuk Evan bila dalam kondisi dijaga ketat dan tertekan, ke depan dia tahu harus bagaimana," imbuh pelatih 51 tahun itu.
Di sisi lain, pelatih dari Myanmar Gerd Friedrich Horst, pun mengakui bahwa peran Evan Dimas begitu penting sebagai jenderal lini tengah. Selain itu, dia juga memiliki catatan bahwa Maldini Pali meupakan andalan lain untuk Indonesia memulai serangan. "Indonesia tim bagus, tapi peran dari pemain bernomor punggung enam (Evan Dimas) dan Maldini sangat penting untuk dimatikan," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar