TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas U-19, Indra
Sjafri, mengatakan kalau laga melawan Myanmar U-19 bukan mencari
kemenangan semata. Dia pun menjadikan laga itu sebagai simulasi
pertandingan sebelum tampil di Piala Asia U-19 pada 9 hingga 23 Oktober 2014.
"Lawan Myanmar itu bukan perkara menang atau kalah. Namun kami harus
mencari alternatif taktikal sebelum Piala Asia U-19," ucap pelatih asal
Sumbar ini.
Meski demikian, pelatih berusia 51 tahun itu menuturkan, saat
menghadapi Myanmar, dirinya akan menerapkan taktik kepada Timnas U-19
seperti saat menghadapi Korea Selatan di babak kualifikasi Piala Asia
U-19, bulan Oktober 2013.
Dengan demikian, Indra kemungkinan besar akan memainkan kapten Evan
Dimas sebagai motor serangan. Sedangkan Muchlis Hadi Ning, Ilham Udin
dan Maldini Pali di lini depan.
"Format tim tidak akan jauh berbeda saat melawan Korea Selatan. Tapi
bisa saja ada perubahan, lihat saja nanti," ujarnya seperti dilansir
ligaindonesia.co.id.
Pertandingan persahabatan melawan Myanmar ini akan dilakukan dua kali
yaitu 5 dan 7 Mei. Pada laga pertama akan dipimpin wasit Oki Putra.
Pada manager meeting telah disepakati jika pergantian pemain bisa
dilakukan tujuh kali.
Myanmar yang ditangani pelatih asal Jerman Gerd Friedrich Hors ini,
datang ke Indonesia dengan kekuatan 23 pemain. Pemain yang dibawa untuk
menghadapi Garuda Jaya sebagian pemain yang turun pada Piala AFF U-19 di
Sidoarjo, Jawa Timur, tahun lalu.
Pada pertandingan sebelumnya yaitu di Piala AFF U-19 September lalu,
tim yang berjuluk The White Angels harus mengakui keunggulan Evan Dimas
dan kawan-kawan dengan skor 1-2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar