Selasa, 07 Oktober 2014

Ini Dia, Statistik Pertahanan Terakhir Garuda Jaya

                                                                                                                  Gonang Susatyo

Bolanews.com - Tim nasional Indonesia U-19 akan menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup Piala AFC U-19, 9-23 Oktober. Untuk mewujudkan ambisi lolos ke semifinal, dibutuhkan pertahanan yang solid untuk menahan gempuran lawan.

Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab akan menjadi lawan tanding Indonesia di Grup B. Jika melihat sejarah, ketiga tim ini dikenal dengan permainan bola-bola panjang yang sangat matang.
Untuk mengantisipasi hal ini, pelatih Indra Sjafri sudah memilih tiga kiper utama untuk bersaing di Myanmar. Mereka adalah Ravi Murdianto, Diku Indrayana, dan Rully Desrian.
Berdasarkan statistik yang dihimpun sepanjang persiapan timnas menuju Piala AFC U-19, Ravi menjadi sosok paling menonjol dibanding Diky dan Rully, dengan total 21 penampilan.
Ke-21 penampilan ini didapat dari total 39 pertandingan yang dijalani Ravi di Tur Nusantara 1, Tur Timur Tengah, Tur Nusantara 2, Piala Hassanal Bolkiah, dan Tur Spanyol.
Dari total 21 penampilan, Ravi mencatatkan durasi bermain selama 1.689 menit dan kebobolan 22 kali. Kiper dengan tinggi badan 183 cm itu juga membuat rata-rata 2,62 penyelamatan perpertandingan dan 0,62 intersep.
Berbeda dengan Ravi, Diky hanya dipercaya tampil delapan kali. Diky bermain selama 643 menit dan kebobolan 11 kali. Ia melakukan penyelamatan dengan rataan 2,38 perpertandingan, plus satu intersep.
Indonesia sebetulnya punya Awan Setho sebagai kiper kedua. Namun, cedera yang dialami Awan di persiapan akhir membuat posisinya digantikan oleh Rully Desrian, yang dulu sempat membela timnas U-19.
Masalah indisipliner membuat Rully didepak dari pelatnas. Namun Rully kembali dipanggil untuk menggantikan Awan karena kedisiplinannya bersama Semen Padang U-21 membaik.
Sejauh ini, Rully hanya bermain satu kali saat Indonesia menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2013. Rully tampil 51 menit tanpa kebobolan dengan rata-rata dua kali penyelamatan dan intersep perpertandingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar