Rabu, 18 Juni 2014

Pengawalan Tak Sesuai Protap

Sumeks.co.id - PALEMBANG – Kedatangan tim nasional (timnas) U-19 di Bumi Sriwijaya dapat pengawalan ketat. Saat mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 19.00 WIB, selasa malam (18/6), puluhan bodyguard berbaju hitam terlihat sibuk lindungi Evan Dimas dan kawan-kawan sampai menuju Hotel Aryaduta.

    Namun, pengawalan tersebut dinilai berlebihan dalam lanjutan Tur Nusantara jilid II di pulau Sumatera. Hal tersebut diungkapkan langsung Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin Alamsyah. Menurutnya tidak ada pengawalan khusus untuk timnas U-19 dalam Tur Nusantara II.

    “Tidak prosedur tetap (protap) seperti itu selama timnas U-19 menjalani tur di Indonesia. Hanya panitia lokal yang membuat peraturan tersebut,” ujarnya saat dibincangi wartawan via telepon kemarin (18/6).

    Ia menilai, timnas U-19 saat ini memang menjadi trending topic dan buah bibir di kancah sepak bola nasional dengan menjuarai piala AFF tahun lalu. Persiapan menuju piala Asia 2014 Myanmar akhir tahun pun dilakukan. “Nanti saya sampaikan pada perwakilan BTN yang ikut rombonan timnas U-19 agar melonggarkan pengalawan,” lanjut dia.

    Mengingat, selama ini kunjungan tim sepak bola ternama ke Palembang tidak ada pengawalan ketat dari bodyguard. Contohnya Arema Malang dan Persib Bandung. Begitu juga para peserta Liga Champion Asia 2009 lalu seperti Gamba Osaka, FC Seul, dan Shandong Luneng.

    Terlebih, antusias masyarakat Kota Palembang merespons positif hadirnya timnas U-19  ke Palembang. Akan tetapi, pengawalan yang dilakukan agar tidak berlebihan sehingga fans bisa melihat kehadiran Evan Dimas dan kawan-kawan. “Keputusan ini dilakukan agar masyarakat bisa menyapa Garuda Jaya secara langsung di Palembang,” paparnya.

    Sementara itu, selaku pihak panitia pelaksana (panpel) Augie Bunyamin mengakui penjagaan tersebut tidak lain untuk keamanan para pemain timnas U-19 selama berada di Palembang. Sebab, antusiasme masyarakat sangat besar terutama di Palembang.

    “Kami juga mendapat teguran dari pihak BTN untuk memperlonggar pengawalan. Bila perlu nanti kami bubarkan karena bisa menghemat biaya kedatangan U-19,” tutupnya kepada koran ini. (cj5/ion/ce6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar