Goal.com - Badan tim nasional (BTN) meminta agar panitia lokal tidak memberlakukan
pengamanan berlebihan terhadap tim nasional Indonesia U-19 yang sedang
menjalani Tur Nusantara.
Pengamanan berlebihan terhadap timnas U-19 dirasakan berlebihan oleh
fans dan media. Mereka mengalami kesulitan untuk mendekati pemain.
Ketika mendarat di Palembang, fans yang ingin berfoto bersama dengan
pemain dilarang bodyguard. Sedangkan media kesulitan mewawancarai
pelatih Indra Sjafri
Sekretaris BTN Sefdin Syaifudin menyayangkan kejadian tersebut. Sefdin
menegaskan, pihaknya sama sekali tidak menerapkan pengamanan seperti itu
dalam Tur Nusantara timnas U-19.
“Kami tidak pernah ada protap pengamanan seperti itu, apalagi sampai
memakai bodyguard, itu dari panpel lokal saja. Tujuan timnas melakukan
Tur Nusantara untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, dan sekaligus
meminta dukungan,” ungkap Sefdin saat dihubungi wartawan, Rabu (18/6).
Atas kejadian ini, pihaknya akan menegur panitia daerah, maupun elemen dari BTN yang ikut serta dalam rombongan tersebut.
“Saya akan telepon panpel di sana, dan juga orang BTN yang ikut dalam
rombongan agar melonggarkan pengawalan, dan memberikan kesempatan kepada
masyarakat untuk bertemu, menyapa, berfoto, maupun meminta tanda
tangan,” tegasnya.
“Begitupula dengan media. Kiranya diberi kesempatan yang leluasa untuk melakukan peliputan.”
Sementara itu, manajer Sriwijaya FC U-21 Augie Bunyamin mengatakan, hal
itu dilakukan demi mengantisipasi kejadian yang bisa mengancam
keselamatan penggawa timnas U-19 beserta rombongan.
“Kita sudah mendapat laporan dari BTN meminta pengamanan tidak terlalu
berlebihan. Kita akan sampaikan kepada pengamanan agar lebih
bijakasana,” kata Augie.
Sementara sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid
mengakui pengamanan terhadap timnas U-19 itu memang berasal dari panitia
daerah. Menanggapi ketatnya pengamanan, Faisal menyampaikan, pihaknya
bukan melarang, atau pun tidak memberi kesempatan masyarakat untuk
bertemu elemen-elemen timnas U-19 lebih dekat, maupun media untuk
melakukan tugasnya.
“Timnas kan baru pulang dari Pekanbaru, mereka masih capek. Jadi kita
harus memberi keleluasaan buat mereka untuk istirahat dulu,” kata
Faisal.
Untuk ke depan, lanjut Faisal, kejadian seperti ini kiranya dapat
dimaklumi. Pihaknya tidak bermaksud menghalangi masyarakat, maupun media
melakukan peliputan.
“Selama ini kan tidak ada masalah dengan liputan ataupun yang lainnya.
Kita selalu bekerjasama dengan baik. Saya sudah dengar masalah ini,
nanti akan kami akomodir semuanya, dan kami akan koordinasi dengan
pihak-pihak terkait," tandas pria yang juga sekretaris Sriwijaya FC itu.
(gk-55)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar