TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Pelatih mental timnas
Indonesia U-19, Guntur Cahyo Utomo, menilai beberapa pemain masih
mengalami kendala dalam sisi mental. Terlihat di laga menghadapi tim Pra
PON Daerah Istimewa Yogyakarta, ketidaksiapan mental membuat penampilan
para pemain belum bisa menampilkan permainan terbaik.
“Beberapa
pemain tampil perdana di TV. Mereka disorot jutaan warga Indonesia. Ini
menjadi beban. Sehingga mereka tidak memperlihatkan potensi terbaik.
Mereka masih berpikir di luar sepak bola,” tutur Guntur saat dihubungi,
Sabtu (8/2/2014).
Di pertandingan di Stadion Mandala Krida, Jumat
(7/2/2014) malam, pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, melakukan
rotasi pemain. Praktis hanya penjaga gawang, Ravi Murdianto, yang
berada di tim utama. Sementara, 10 pemain lainnya tidak diturunkan sejak
menit pertama.
Sebagai gantinya, Indra Sjafri memilih memainkan
para pemain yang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Mereka
diantaranya, Eriyanto, Ryuji Utomo, Ichsan Kurniawan, dan Reza Pahlevi.
Hasilnya,
pada babak pertama skuat Garuda Jaya tertinggal 1-2. Namun, berhasil
membalikkan kedudukan hingga akhirnya mampu meraih kemenangan 3-2. Tiga
gol Timnas U-19 dicetak oleh Reza Pahlevi Sitorus (44'), Ryuji Utomo
(84'), dan Septian David Maulana (87'). Sementara dua gol Pra PON DIY
diborong oleh Martinus Novianto menit ke 19 dan 42.
Setelah
pertandingan menghadapi tim Pra PON Daerah Istimewa Yogyakarta, Guntur
Cahyo Utomo, mengaku akan melakukan identifikasi kepada para pemain
untuk melihat permasalahan apa yang terjadi di masing-masing individu.
Dia
menilai, melalui proses pembelajaran perlahan-lahan membuat kondisi
mental pemain dapat membaik. Namun, ini tidak dapat dilakukan dalam
waktu singkat, tetapi perlu tahapan yang memakan waktu cukup lama.
“Saya
akan melakukan identifikasi ke masing-masing pemain. Apa yang masih
kurang. Proses ini dilakukan secara bertahap. Pertandingan uji coba
dimaksudkan sebagai sarana belajar bagi para pemain,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar