Kamis, 05 Juni 2014

Zulfiandi; Cerita Sepatu Baru dan Kesuksesan Menjadi Gelandang Muda


bolapop.com

atjehpost.com - PEMAIN kelahiran Bireun, Aceh ini memiliki energi prima. Namanya Zulfiandi. Permainannya yang apik sebagai gelandang bertahan ditambah dengan kemampuan tendangan kerasnya, sukses melengkapi keseimbangan lini tengah tim dan sukses membawa Timnas Indonesia U-19 merengkuh juara AFF Youth Cup pada 2013.

Zulfiandi bermain cukup kreatif dan atraktif bersama Evan Dimas, Hargianto, dan Oktavianus. Mereka menjadi kunci keberhasilan Indonesia muda mengalahkan Vietnam di partai puncak kejuaraan antar Asia Tenggara.

Pemain PSSB Bireun ini memang dinilai memiliki visi permainan yang baik. Keahliannya menjaga bola dan kemampuannya menekan lawan yang tengah membawa bola menjadi nilai plus.

Meski Zulfiandi suka menyerang, namun tetap tidak melupakan tugasnya di lini tengah sebagai gelandang jangkar bersama dengan Muhammad Hargianto. Kedua pemain tersebut adalah pemain-pemain yang sukses membawa tim nasional Indonesia U-19 menjadi juara AFF dengan catatan hanya kebobolan 5 kali sepanjang pertandingan.

Pemain kelahiran 17 Junli ini merupakan tipikal pemain pekerja keras. Dengan stamina tinggi dan daya juang prima, ia kerap membantu penyerangan dan pertahanan lawan. Masa kecilnya yang berasal dari keluarga kurang beruntung membuatnya menjadi pribadi yang tak kenal kata menyerah.
Salah satu kejadian yang ia ingat sampai sekarang adalah tidak mampu membeli sepatu sepak bola di awal karirnya bersama dengan sekolah sepak bola di Bireuen. Ia memutuskan untuk menabung sedikit demi sedikit demi membeli sepatu.

Setelah terkumpul sejumlah uang, barulah ayahnya mengetahui bahwa anaknya itu sangat membutuhkan sepatu baru. Zul, sejak awal tidak pernah ingin merepotkan sang ayah untuk membeli sepatu sepak bola baru. Hingga kini, Zul mengaku masih menyimpan sepatu tersebut sebagai kenang-kenangan.

Kesuksesan mengembangkan permainan bersama Evan Dimas dan Hargianto bisa terlihat dengan ketepatan umpan-umpan yang dilakukan oleh punggawa lini tengah tim nasional muda tersebut. Sepanjang turnamen AFF Youth Cup, mereka mecapai akurasi umpan hingga 85 persen.
Keakuratan tersebut menjadi poin utama dalam skema permainan yang diterapkan oleh pelatih Indra Sjafri. Menurut coach ini, para gelandanglah yang menjadi penentu pola serangan tim.

Namun, posisi Zulfiandi sebenarnya bukanlah seorang gelandang bertahan. Pada masa awal karirnya bermain sepak bola, ia adalah pemain yang berposisi sebagai seorang striker. Hal itu ia akui dalam sebuah wawancara bersama dengan media lokal Indonesia.

Adalah pelatihnya di PSSB Bireun yang merubah posisinya yang semula adalah seorang striker menjadi seorang gelandang. Keputusaan tersebut terbukti tepat. Zulfiandi menjadi salah satu gelandang terbaik di Indonesia muda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar