bolapop.com
atjehpost.com - PEMAIN kelahiran Bireun, Aceh ini memiliki energi prima. Namanya
Zulfiandi. Permainannya yang apik sebagai gelandang bertahan ditambah
dengan kemampuan tendangan kerasnya, sukses melengkapi keseimbangan lini
tengah tim dan sukses membawa Timnas Indonesia U-19 merengkuh juara AFF
Youth Cup pada 2013.
Zulfiandi bermain cukup kreatif dan atraktif bersama Evan Dimas,
Hargianto, dan Oktavianus. Mereka menjadi kunci keberhasilan Indonesia
muda mengalahkan Vietnam di partai puncak kejuaraan antar Asia Tenggara.
Pemain PSSB Bireun ini memang dinilai memiliki visi permainan yang
baik. Keahliannya menjaga bola dan kemampuannya menekan lawan yang
tengah membawa bola menjadi nilai plus.
Meski Zulfiandi suka menyerang, namun tetap tidak melupakan tugasnya
di lini tengah sebagai gelandang jangkar bersama dengan Muhammad
Hargianto. Kedua pemain tersebut adalah pemain-pemain yang sukses
membawa tim nasional Indonesia U-19 menjadi juara AFF dengan catatan
hanya kebobolan 5 kali sepanjang pertandingan.
Pemain kelahiran 17 Junli ini merupakan tipikal pemain pekerja keras. Dengan stamina
tinggi dan daya juang prima, ia kerap membantu penyerangan dan
pertahanan lawan. Masa kecilnya yang berasal dari keluarga kurang
beruntung membuatnya menjadi pribadi yang tak kenal kata menyerah.
Salah satu kejadian yang ia ingat sampai sekarang adalah tidak mampu membeli sepatu sepak bola
di awal karirnya bersama dengan sekolah sepak bola di Bireuen. Ia
memutuskan untuk menabung sedikit demi sedikit demi membeli sepatu.
Setelah terkumpul sejumlah uang, barulah ayahnya mengetahui bahwa
anaknya itu sangat membutuhkan sepatu baru. Zul, sejak awal tidak pernah
ingin merepotkan sang ayah untuk membeli sepatu sepak bola baru. Hingga
kini, Zul mengaku masih menyimpan sepatu tersebut sebagai
kenang-kenangan.
Kesuksesan mengembangkan permainan bersama Evan Dimas dan Hargianto
bisa terlihat dengan ketepatan umpan-umpan yang dilakukan oleh punggawa
lini tengah tim nasional muda tersebut. Sepanjang turnamen AFF Youth
Cup, mereka mecapai akurasi umpan hingga 85 persen.
Keakuratan tersebut menjadi poin utama dalam skema permainan yang diterapkan oleh pelatih Indra Sjafri. Menurut coach ini, para gelandanglah yang menjadi penentu pola serangan tim.
Namun, posisi Zulfiandi sebenarnya bukanlah seorang gelandang
bertahan. Pada masa awal karirnya bermain sepak bola, ia adalah pemain
yang berposisi sebagai seorang striker. Hal itu ia akui dalam sebuah wawancara bersama dengan media lokal Indonesia.
Adalah pelatihnya di PSSB Bireun yang merubah posisinya yang semula adalah seorang striker
menjadi seorang gelandang. Keputusaan tersebut terbukti tepat.
Zulfiandi menjadi salah satu gelandang terbaik di Indonesia muda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar