tribunnews.com
acehfootball.com ─
Tim Nasional Indonesia
U-19 meninggalkan pola makan prasmanan dan beralih ke diet makanan
sesuai kebutuhan nutrisi pemain. Diet makan antarpemain saat istirahat,
latihan dan bertanding berbeda-beda tergantung kebutuhan nutrisi tubuh
masing-masing.
Hasil diet ini membuat performa pemain semakin meningkat, baik saat latihan dan juga bertanding.
“Ini program sports nutrition
yang sudah diterapkan di negara maju. Jadi menu makanan yang diberikan
berbeda sesuai kebutuhan nutrisi tubuh setiap pemain. Tidak lagi cara
parasmanan seperti dulu,” ujar dokter Timnas U-19 dr Alfan Nur Asyhar kepada Harian Super Ball, Jumat (6/6/2014).
Alfan menjelaskan, program diet ini mengacu hasil riset nutrisi yang
dilakukan timnas bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas
Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Program Diploma (Prodi) Gizi Kesehatan terkait Peningkatan kualitas kesehatan bidang nutrisi.
Dijelaskan Alfan, kebutuhan nutrisi pemain itu diukur dari komposisi tubuh atau somatotype, status hidrasi, profil urin dan pengukuran nutrisi yang masuk dan keluar.
Hasil pengukuran itu diketahui riwayat jumlah nutrisi pemain apakah kelebihan atau kekurangan. Seperti, jumlah karbohidrat, protein, kolesterol, serat dan asupan air.
Hasil ini yang membedakan porsi makanan dan menu makanan yang
diberikan kepada setiap pemain untuk menurunkan kadar berlebih dan
meningkatkan kekurangan.
Bukan hanya makanan, asupan air yang dikonsumsi pemain pun berbeda-beda.
“Jadi makanan atlet itu tidak bisa disamaratakan, semuanya sesuai
kebutuhan nutrisi. Hasilnya mereka mengaku lebih bugar dan performanya
meningkat,” ujarnya. (tribunnews)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar