Halloriau.com - PEKANBARU - Kemenangan Timnas U-19 4-0 atas tuan rumah
Pra PON Riau di Stadion Utama Riau, Senin malam (16/6/2014) disambut suka cita
pelatih Indra Syafri.
Kepala sejumlah media, Indra menyatakan, hasil ujicoba ini tetap akan menjadi bahan evaluasi baginya jelang bergulirnya Piala Asia U-19 di Myanmar. Terutama beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi.
"Ini pertandingan ke 27 kami. Hasil pertandingan ujicoba ini sebagai penilaian kami jelang Piala Asia di Myanmar," ujarnya.
Indra mengaku sengaja menerapkan strategi roling pemain dalam setiap pertandingan dilakoni. "Jadi memang setiap pertandingan kami menurunkan pemain yang berbeda diberbagai posisi, seperti tadi bagaimana penampilan tanpa evan dimas, bagaimana pula kalau tanpa paulo oktavianus dan bagaimana kalau keduanya dimainkan. Jadi kami mencoba, melihat dan menilai mana pemain yang akan dibawa ke Myanmar," pungkas pelatih asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini.
Disisi lain, Indra mengaku takjub melihat antusiasme penonton yang hadir di stadion berkapasitas 43 ribu kursi itu. Indra menilai, antusiasme penonton merupakan modal dasar dan menunjukkan dukungan serta harapan masyarakat terhadap timnas sangat luar biasa.
"Pokoknya antusiasme penonton di pertandingan kali ini sangat luar biasa. Ini menjadi modal besar bagi kemajuan sepakbola kita, terutama untuk tim Pra PON Riau, pemain potensial Riau ataupun PSPS sendiri," ungkap Indra.
Sementara pelatih Pra PON Riau, Philep Hansen Maramis mengakui keunggulan Timnas U-19. Ia menilai kualitas kedua tim sangat berbeda jauh sehingga kekalahan telak tersebut tidak perlu dipersoalkan.
"Kualitas tim kita dengan Timnas sangat berbeda jauh. VO2max mereka sudah sesuai standart, sehingga dari stamina mereka saja tadi sudah kelihatan, jadi wajar kalah 4 gol," tuturnya.
Tidak hanya itu, Philep juga mengaku persiapan singkat tim Pra PON Riau menjadi salah satu alasan kekalahan. "Sangat wajar juga, Timnas ini sudah disiapkan dan terbentuk selama Tiga tahun, sementara pra PON Riau hanya Empat hari," selorohnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Timnas Indonesia U-19 kembali memetik kemenangan dalam tur nusantara jilid dua. Menghadapi Tim Pra-PON Riau di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Senin (16/6/2014), timnas U-19 menang telak 4-0.
Timnas U-19 membuka skor pada menit kesepuluh. Gol pertama yang dicetak Alqomar Tehupelasury ini diawali umpan Paulo Sitanggang kepada Maldini Pali. Maldini kemudian mencoba melepaskan umpan silang, tapi dihalau oleh pemain Pra-PON Riau. Bola liar kemudian disundul Alqomar tanpa bisa diantisipasi kiper Adi Candra.
Memasuki menit ke-24, Timnas U-19 mengubah skor menjadi 2-0. Tembakan Alqomar dari luar kotak penalti gagal ditangkap Adi dengan baik. Bola muntah kemudian dimanfaatkan oleh Martinus Novianto yang berdiri bebas di mulut gawang. Meski usaha pertamanya gagal, sontekan Martinus yang kedua menembus gawang Pra-PON Riau.
Martinus membawa Timnas U-19 unggul 3-0 pada menit ke-40. Dia dengan mudah mencocor bola ke dalam gawang setelah meneruskan umpan matang Ilham Udin Armaiyn dari sisi kiri.
Tim Pra-PON Riau berpeluang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-44. Dari situasi tendangan bebas, Novrianto mengancam gawang Timnas U-19. Namun, eksekusinya melenceng tipis.
Pada awal babak kedua, Timnas U-19 nyaris menambah keunggulannya. Umpan matang Ilham Udin disambar Maldini dengan tembakan first time, tapi kiper Pra-PON Riau bisa mementahkan tembakan Maldini.
Evan Dimas yang masuk di babak kedua ikut mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-59, tembakannya dari dalam kotak penalti mengecoh kiper pengganti Wisnu Rustamy dan menghasilkan gol keempat Timnas U-19.
Evan Dimas nyaris mencetak gol lagi pada menit ke-84. Sial buat dia, tembakannya dari jarak dekat bisa dihentikan oleh Wisnu.
Di sisa waktu, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Timnas U-19 mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0.
Kepala sejumlah media, Indra menyatakan, hasil ujicoba ini tetap akan menjadi bahan evaluasi baginya jelang bergulirnya Piala Asia U-19 di Myanmar. Terutama beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi.
"Ini pertandingan ke 27 kami. Hasil pertandingan ujicoba ini sebagai penilaian kami jelang Piala Asia di Myanmar," ujarnya.
Indra mengaku sengaja menerapkan strategi roling pemain dalam setiap pertandingan dilakoni. "Jadi memang setiap pertandingan kami menurunkan pemain yang berbeda diberbagai posisi, seperti tadi bagaimana penampilan tanpa evan dimas, bagaimana pula kalau tanpa paulo oktavianus dan bagaimana kalau keduanya dimainkan. Jadi kami mencoba, melihat dan menilai mana pemain yang akan dibawa ke Myanmar," pungkas pelatih asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini.
Disisi lain, Indra mengaku takjub melihat antusiasme penonton yang hadir di stadion berkapasitas 43 ribu kursi itu. Indra menilai, antusiasme penonton merupakan modal dasar dan menunjukkan dukungan serta harapan masyarakat terhadap timnas sangat luar biasa.
"Pokoknya antusiasme penonton di pertandingan kali ini sangat luar biasa. Ini menjadi modal besar bagi kemajuan sepakbola kita, terutama untuk tim Pra PON Riau, pemain potensial Riau ataupun PSPS sendiri," ungkap Indra.
Sementara pelatih Pra PON Riau, Philep Hansen Maramis mengakui keunggulan Timnas U-19. Ia menilai kualitas kedua tim sangat berbeda jauh sehingga kekalahan telak tersebut tidak perlu dipersoalkan.
"Kualitas tim kita dengan Timnas sangat berbeda jauh. VO2max mereka sudah sesuai standart, sehingga dari stamina mereka saja tadi sudah kelihatan, jadi wajar kalah 4 gol," tuturnya.
Tidak hanya itu, Philep juga mengaku persiapan singkat tim Pra PON Riau menjadi salah satu alasan kekalahan. "Sangat wajar juga, Timnas ini sudah disiapkan dan terbentuk selama Tiga tahun, sementara pra PON Riau hanya Empat hari," selorohnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Timnas Indonesia U-19 kembali memetik kemenangan dalam tur nusantara jilid dua. Menghadapi Tim Pra-PON Riau di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Senin (16/6/2014), timnas U-19 menang telak 4-0.
Timnas U-19 membuka skor pada menit kesepuluh. Gol pertama yang dicetak Alqomar Tehupelasury ini diawali umpan Paulo Sitanggang kepada Maldini Pali. Maldini kemudian mencoba melepaskan umpan silang, tapi dihalau oleh pemain Pra-PON Riau. Bola liar kemudian disundul Alqomar tanpa bisa diantisipasi kiper Adi Candra.
Memasuki menit ke-24, Timnas U-19 mengubah skor menjadi 2-0. Tembakan Alqomar dari luar kotak penalti gagal ditangkap Adi dengan baik. Bola muntah kemudian dimanfaatkan oleh Martinus Novianto yang berdiri bebas di mulut gawang. Meski usaha pertamanya gagal, sontekan Martinus yang kedua menembus gawang Pra-PON Riau.
Martinus membawa Timnas U-19 unggul 3-0 pada menit ke-40. Dia dengan mudah mencocor bola ke dalam gawang setelah meneruskan umpan matang Ilham Udin Armaiyn dari sisi kiri.
Tim Pra-PON Riau berpeluang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-44. Dari situasi tendangan bebas, Novrianto mengancam gawang Timnas U-19. Namun, eksekusinya melenceng tipis.
Pada awal babak kedua, Timnas U-19 nyaris menambah keunggulannya. Umpan matang Ilham Udin disambar Maldini dengan tembakan first time, tapi kiper Pra-PON Riau bisa mementahkan tembakan Maldini.
Evan Dimas yang masuk di babak kedua ikut mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-59, tembakannya dari dalam kotak penalti mengecoh kiper pengganti Wisnu Rustamy dan menghasilkan gol keempat Timnas U-19.
Evan Dimas nyaris mencetak gol lagi pada menit ke-84. Sial buat dia, tembakannya dari jarak dekat bisa dihentikan oleh Wisnu.
Di sisa waktu, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Timnas U-19 mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar