SOLO – Tim Pra PON Jawa Tengah tampaknya
belajar banyak dari pengalaman Pra PON DIY yang kalah 2-3 dari Tim
Nasional Indonesia U-19. Berkesempatan menjajal ketangguhan tim besutan
Indra Sjafri di Stadion Manahan Solo, Senin (10/2/2014) malam, Pra PON
Jateng akan mewaspadai semua lini Timnas U-19. Persiapan dua minggu
sudah dimaksimalkan untuk menguji kualitas Evan Dimas dan kawan-kawan.
“Kami sudah melakukan persiapan dua
minggu di Semarang dan Magelang. Tim ini di isi para pemain jebolan
Porprov Jateng 2013 lalu. Suatu kebanggaan bisa melawan tim muda terbaik
di Indonesia,” terang Pelatih Tim Pra PON Jateng, Firmandoyo kepada
Soloblitz, Minggu (9/2/2014) siang.
Dalam persiaoan menuju Pekan Olahraga
Nasional (PON) 2016 mendatang, Tim Pra PON Jateng kini mengantongi
sekitar 30 pemain muda berbakat. Dari deretan pemain itu, ada tiga
pemain jebolan Porprov Solo yang masuk kriteria pemain Firmandoyo. Mulai
dari kiper Afif Bayu, Danur Jenah dan Bagus Setia. Mereka berpeluang
tampil dihadapan ribuan publik penggemar sepak bola Solo.
“Rata-rata belum pernah ikut kompetisi
profesional. Tapi punya potensi yang bagus. Sebisa mungkin kita akan
memberi perlawanan kepada Timnas U-19,” lanjut mantan pelatih PSIS
Semarang ini.
Ditanya kualitas Timnas U-19, Firmandoyo
mengakui timnya kalah kelas dibanding Tim Garuda Jaya. Dalam tiga laga
melawan PSS Sleman, Persiba Bantul dan Tim Pra PON DIY, permainan Timnas
U-19 menunjukkan kemampuan yang hebat. Mempunyai kekuatan merata di
semua lini.
“Kami akan mewaspadai semua lini mereka. Rata-rata punya kualitas yang sangat bagus,” tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar