VIVAbola – Dalam Tur Nusantara, Timnas Indonesia
U-19 masih sering mempercayakan starting line up kepada para pemain yang
tampil di Piala AFF 2013 dan Kualifikasi Piala Asia 2014. Hal ini
menjadi pertanyaan, apakah terdapat kesenjangan antar pemain dalam skuad
Garuda Jaya?
Evan Dimas, Ihammudin Armaiyn, Muhammad Hargianto, Hansamu
Yamapranata, Muchlis Hadi, Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, dan
Muhammad Faturrachman masih sering menjadi andalan pelatih Indra Sjafri
di starting line up. Dan ketika para pemain pelapis dimainkan, Timnas
U-19 nyaris kalah.
Hal itu terlihat saat Garuda Jaya melawan Tim Pra-PON DIY pada
Sabtu 8 Februari 2014, di mana kala itu Timnas U-19 saat sempat
tertinggal 0-2, sebelum membalikkan keadaan menjadi 3-2 setelah
melakukan banyak pergantian pemain di babak kedua. Namun, ketika ditanya
apakah ada kesenjangan antara di skuad Garuda Jaya, asisten pelatih
Timnas U-19, Eko Purjianto, membantahnya.
"Tujuan kita adalah membuat skuad ini merata. Tidak ada kesenjangan
antar pemain yang di lapangan mau pun di bangku cadangan. Oleh karena
itu, di Tur Nusantara ini kita ingin memberikan lebih banyak kesempatan
bagi mereka yang jarang diturunkan," kata Eko saat dihubungi VIVAbola,
Kamis 13 Februari 2014.
Eko juga tidak ingin menyebut mereka yang lebih sedikit dimainkan
saat Tur Nusantara sebagai pemain pelapis. Meski sebelumnya diakui oleh
Indra Sjafri para pemainnya yang diturunkan saat menghadapi Tim Pra-PON
DIY demam panggung , menurut Eko hal itu wajar dialami setiap pemain.
"Saya tidak melihat ada perbedaan mencolok antara pemain yang sudah
main di Piala AFF 2013 dan Kualifikasi Piala Asia 2014 dengan mereka
yang belum banyak dimainkan. Dalam internal game, pemain-pemain yang
jarang diturunkan juga bisa mengimbangi bahkan mengalahkan pemain-pemain
yang sering jadi starter," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar