Solopos
SEMARANG. Passing menjadi salah satu kunci kesuksesan timnas Indonesia
U-19 di beberapa ajang setahun terakhir. Setidaknya itu tetap bisa
dijadikan modal untuk mengejar gelar juara di dalam Piala AFC U-19 di
Myanmar, Oktober mendatang. Hanya, hingga saat ini perbaikan di sisi itu
belum sempurna. Hingga pertandingan keempatnya dalam rangkaian laga uji
coba bertajuk Tur Nusantara, passing timnas Garuda Jaya belum mampu
memuaskan pelatih Indra Sjafri. Kemampuan itu yang bakal kembali diuji
dalam laga uji coba lawan PSIS Semarang, di Stadion Jatidiri, Semarang,
malam nanti. (Siaran langsung SCTV mulai pukul 21.30 WIta)
Passing yang belum sempurna tersebut berada di simpul antara zona dua ke zona tiga. Maksudnya zona dua di sini adalah lapangan tengah, sedangkan zona tiga adalah posisi pemain depan. Nah, alur passing dari zona dua ke zona tiga inilah yang dianggap Indra masih perlu pembenahan
.
"Karena kami ini menginginkan permainan tim bagus di semua lini. Bukan hanya lini satu (lini pertahanan) dan lini dua (tengah), lini tiga dari penyerangan pun kami harapkan juga demikian. Dari pertandingan besok kami upayakan ada peningkatan lagi, terutama masalah improvisasi dan passing-nya," ujar Indra, kemarin (13/2).
"Karena kami ini menginginkan permainan tim bagus di semua lini. Bukan hanya lini satu (lini pertahanan) dan lini dua (tengah), lini tiga dari penyerangan pun kami harapkan juga demikian. Dari pertandingan besok kami upayakan ada peningkatan lagi, terutama masalah improvisasi dan passing-nya," ujar Indra, kemarin (13/2).
Persoalan di zona tiga menurut Indra belum bisa terpecahkan sejauh ini. Terbukti, pertandingan terakhir melawan tim Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Jateng di Stadion Manahan Solo, awal pekan ini (10/2), lini depan masih menjadi kendala Evan Dimas Darmono dkk. "Untuk zona tiga ini kan sudah masuk target, dan target itu sendiri adalah gol. Itu terus kami upayakan," lanjutnya.
Lebih lanjut, supaya misinya untuk memberikan tekanan bagi anak asuhnya tercapai, Indra pun sangat berharap pressure dari permainan Mahesa Jenar, julukan PSIS. "Itu sangat kami harapkan bisa terjadi. Karena hanya dengan tekanan itu kami bisa melihat sejauh mana anak-anak mampu mengembangkan permainannya," imbuhnya.
Harapan Indra tersebut ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Sebab, sebagai lawan, klub yang berlaga di Divisi Utama (DU) musim ini tersebut sudah menyiapkan skema menyerang. Hal itu dikemukakan General Manager (GM) PSIS, Kairul Anwar. "Yang jelas bukan hanya bicara kemenangan, ada target lain yang harus kami capai. Salah satunya performa tim," pungkasnya. (ren/bas/jpnn/upi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar