Senin, 03 November 2014

Usai Dipecat, Ini Harapan Indra Sjafri untuk Timnas U-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kabar mengejutkan datang dari tim kepelatihan tim nasional U-19 yang dipimpin oleh Indra Sjafri. berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI di hotel Sultan, Jakarta, Ahad (2/11) malam. PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Indra sebagai pelatih timnas.

Menanggapi hal ini, Indra mengaku tidak kecewa dan menghormati keputusan tersebut. Menurutnya, ia telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yag terbaik bagi negara. Pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Sumatera Barat itu pun secara khusus menuturkan harapannya kepada tim yang selama ini memberikan kenangan indah baginya selama dua sampai tiga tahun terakhir.

"Semoga anak anak (Evan Dimas cs) bisa melanjutkan karir mereka di sepakbola profesional. Saya hanya memberikan bekal, sekarang tergantung mereka bagaimana mau mengembangkannya," ujar Indra saat dihubungi Republika, Senin (3/11).

Ketika ditanya mengenai pelatih timnas selanjutnya yang akan menggantikan dirinya, Indra mengaku senang jika pelatih baru nantinya dapat mengembangkan potensi Evan Dimas dan kawan-kawan yang diproyeksikan PSSI untuk mengikuti kejuaraan SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

"Syukur Alhamdulillah jika pemain binaan saya nantinya sesuai dengan selera pelatih. Namun, setiap pelatih pasti mempunyai penilaian sendiri terhadap para pemain yang menurutnya berpotensi," kata Indra menambahkan.

Meski telah resmi memutuskan kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Garuda Jaya, PSSI belum menemukan penggantinya. Untuk sementara tanggung jawab kepelatihan Evan Dimas dan kawan-kawan diserahkan kepada Direktur Teknis yang akan ditunjuk oleh PSSI nanti.

Namun, Direktur Tekhnis sendiri baru akan ditentukan bulan Desember mendatang. Kemudian Direktur Tekhnis mendampingi PSSI menunjuk pelatih baru menangani timnas usia muda PSSI. Yang jelas, lanjut Joko, sistem pembinaan muda ini tentu akan berbeda dari sistem sebelumnya yang menerapkan pelatnas dalam durasi yang panjang.

Usai Dipecat, Indra Sjafri: Santai-Santai Saja Dulu


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  PSSI resmi memberhentikan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam, PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Indra.

Indra mengaku tidak kecewa dan menghormati keputusan tersebut. Indra mengaku telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikn yang terbaik bagi negara selama dua-tiga tahun terakhir.

"Untuk ke depanya saya belum tahu akan kemana, santai santai saja dulu. Baru juga diberhentikan kemarin, kita lihat saja kedepannya," kata Indra dengan nada bercanda saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11)

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya melatih klub-klub yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL), Indra megaku tidak menampik jika memang ada yang tertarik menggunakan jasanya.
Namun, saat ini Indra menegaskan masih akan menunggu perkembangan selanjutnya dan menolak memberikan kepastian di klub mana pria berusia 51 tahun ini akan melatih.

"Iya memang ada tawaran melatih di tempat lain. Namun sekarang saya masih belum bisa memastikan, kita lihat saja nanti perkembangannya," ujar Indra.

Indra Sjafri di Mata Pemain Timnas Indonesia U-19

Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  PSSI secara resmi memutus kontrak kerja pelatih Tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri. Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Ahad (2/11) malam.

Menanggapi hal ini, gelandang Garuda Jaya, Hargianto mengatakan tidak bisa berkomentar banyak dan memilih untuk menghormati keputusan badan tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.

"Saya tidak bisa berkomentar mengenai hal itu, PSSI tentu memiliki pertimbangan tersendiri," kata Hargianto saat dihubungi Republika Online, Senin (3/11).

Indra, menurut Hargi, sapaan akrab Hargianto, adalah sosok yang tegas dalam hal kedisiplinan, baik dan bersikap kebapaan. Sehingga, lanjut Hargi, ia dan rekan-rekannya merasa nyaman dan terbuka terkait masalah apapun

Meskipun Indra tidak lagi menjadi pelatih tim nasional, Hargi mengaku akan terus memberikan yang terbaik bagi negara andaikan nanti ia dipanggil kembali masuk tim nasional oleh pelatih yang baru.

"Semoga bekal ilmu yang diberikan coach Indra dapat membantu saya untuk lebih berkembang di kemudian hari. Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan atas semua pembelajaran yang telah beliau berikan," ujar Hargi.

Timnas U-19 Bubar, Evan Dimas Cs Masih Jadi Tumpuan

Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Liputan6.com, Jakarta: PSSI telah membubarkan Timnas Indonesia U-19 setelah gagal mewujudkan mimpi rakyat Indonesia melihat negaranya tampil di Piala Dunia U-20 tahun 2015.

Meski gagal memenuhi target yang dicanangkan, PSSI tetap  mengandalkan eks pemain Garuda Jaya, mengikuti dua kejuaraan bergengsi. Performa Evan Dimas dkk, kata Joko merupakan aset berharga sepak bola Indonesia. Para pemain itu diminta bersiap menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

"Eks Timnas U-19 akan menjadi tulang punggung PSSI di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018," tegas pria yang akrab disapa Jokdri tersebut.

Masih kata Joko, Badan Tim Nasional (BTN) akan mencari dan membentuk manajemen baru untuk Timnas U-19. Termasuk mencari pelatih baru. Joko memastikan cara latihannya pun berbeda Indra Sjafri. 

Kendati Timnas U-19 telah bubar, sejatinya PSSI dan BTN harus cepatmempersiapkan tim menghadapi AFF U-19 2015 yang dihelat di Indonesia, September tahun depan.

"BTN belum menentukan manajemen timnya. Rencananya tahun 2015, BTN akan membuat rencananya. Tidak akan ada pemusatan latihan dalam jangka waktu lama. Jelas berbeda dengan sebelumnya," tutup Joko, yang juga menjabar sebagai CEO PT Liga Indonesia itu.

Dipecat PSSI dan BTN, Ini Kata Indra Sjafri

© Fajar Rahman

Bola.net - Indra Sjafri menyatakan menerima keputusan pemberhentian dirinya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-19 yang dikeluarkan oleh PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN).

"Kalau dinilai gagal dan kemudian saya dipecat, tidak masalah. Tentunya, saya tetap mengucapkan terimakasih. Baik kepada PSSI, BTN, pemain, ofisial dan para pendukung. Sebab selama ini, selama dua tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Saya doakan para pemain terus maju dan berkembang," kata Indra Sjafri.

"Banyak pekerjaan di luar PSSI. Baik itu di SSB dengan tetap mencari pemain-pemain muda atau apapun. Intinya, saya tidak mempermasalahkan pemecatan ini. Ke depannya, banyak yang bisa kita kerjakan," lanjutnya.

Sebelumnya, Indra Sjafri harus menanggalkan posisinya sebagai pelatih kepala Timnas U-19. Indra dinilai sudah gagal memenuhi target mencapai babak semifinal di Piala Asia U-19 2014. Garuda Jaya menorehkan hasil buruk dengan menempati posisi juru kunci Grup B tanpa raihan poin.

Hasil tersebut otomatis membuat Indonesia tersingkir lebih awal dan tidak mencapai target meraih satu tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. (esa/pra)

Indra Sjafri Akhirnya Diberhentikan PSSI

Ferril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri sebagai pelatih tim nasional Indonesia U-19.

Indra gagal membawa timnas U-19 bersinar pada Piala Asia U-19 di Myanmar beberapa waktu lalu.

Padahal, target yang dikejar adalah mampu masuk empat besar Piala Asia 2014, dan tampil dalam ajang Piala Dunia U-20 di Selandia Baru.

"Setelah timnas U-19 tidak lolos, pelatih dan ofisialtim juga berhenti," kata Sekjen PSSI Joko Driyono di Jakarta, Minggu (2/11/2014) malam.

Meski demikian, Joko Driyono hingga saat ini belum menentukan calon pengganti Indra Sjafri. Pemilihan pelatih, kata dia, baru akan diputuskan setelah posisi direktur teknis terisi.

"Kami berharap posisi direktur teknis sudah ada pada Desember nanti. Selanjutnya, direktur teknis akan mendampingi PSSI untuk menentukan pelatih baru," kata Joko.

Meski posisi pelatih akan berganti, jasa pemain timnas Indonesia U-19 yang turun pada Piala Asia 2014 lalu kemungkinan besar akan digunakan kembali. Rencananya, pemain muda ini akan difokuskan untuk menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Nasib berbeda dialami pelatih timnas Indonesia U-23, Aji Santoso. Pelatih asal Malang ini masih dipercaya oleh PSSI untuk melatih Garuda Muda, terutama untuk menghadapi SEA Games 2015 di Singapura.

Akan tetapi, tindak lanjut kerja sama ini tergantung dari Aji Santoso. Saat ini, PSSI masih menunggu kesanggupan dari mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut. Pelatih berusia 44 tahun ini tengah dincar salah satu klub Indonesia Super League (ISL), Persija Jakarta.

Evan Dimas Diharapkan Bisa Ikuti Jejak Bambang Pamungkas

© Fajar Rahman

Bola.net - Mantan pemain tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas, masuk ke dalam daftar 35 pemain yang diproyeksikan berlaga di Piala AFF 2014, Vietnam, pada akhir November.

Hal tersebut mendapatkan dukungan dari pemain Timnas Indonesia senior, Firman Utina. Dikatakan pemain Persib Bandung tersebut, Evan Dimas memiliki kecakapan untuk membela skuad Garuda.

"Dia sangat layak. Bepe (Bambang Pamungkas) saja dulu sudah main di Timnas pada umur 19 tahun. Evan pemain bagus, bahkan salah satu gelandang bagus saat ini," kata Firman Utina.

"Saya kira, kalian juga berpendapat seperti itu. Mudah-mudahan dia bisa mempertahankan cara mainnya," pungkasnya. (esa/hsw)