Sabtu, 01 Maret 2014

Pelapis Garuda Jaya Belum Jos

 BATU - Rekor tak terkalahkan timnas U-19 dalam tur Nusantara belum terjamah. Dalam pertandingan ketiga tur Jawa Timur, pasukan Garuda Jaya, julukan timnas U-19, mengalahkan tuan rumah Persikoba Kota Batu 1-0 (0-0) di Stadion Brantas, tadi malam.
Sementara itu rekor timnas U-19 di tur Jatim adalah dua kali menang dan sekali imbang. Pertandingan pertama tur Jatim, mereka ditahan seri 1-1 oleh tim sepak bola Pra PON Jatim (21/2) dan kemudian menang 4-2 atas Persebaya U-21 (24/2) di laga kedua.
Masih ada satu lagi tur Jatim yang akan dihadapi timnas U-19 sebelum mereka melanjutkan petualangan ke Kalimantan. Yakni, akan menghadapi Persewangi Banyuwangi, Senin (3/3). Melihat tren performa tim asuhan Indra Sjafri itu, mereka berpeluang menyapu bersih tur Jatim.
Sebelum tur Jatim, timnas U-19 telah menjalani serangkaian pertandingan di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta. Total, mereka menjalani sembilan pertandingan hingga tadi malam. Hebatnya, mereka enam kali menang dan tiga kali seri.
Melawan Persikoba, pada babak pertama Indra Sjafri memainkan sejumlah pemain pelapis. Para bintang Garuda Jaya seperti Evan Dimas, Mukhlis Hadi Ning Syaifullah, Fatkhur Rohman, Ravi Murdianto, Putu Gede, dan Maldini Pali, bahkan tidak turun lapangan sama sekali.
Gantinya, pemain-pemain seperti Dimas Drajat, Miftahul Hamdi, Paulo Oktavianus Sitanggang, Ikhsan Kurniawan, Irvandy Zein, dan Febly Gushendra diberi ruang bermain lebih banyak. Hasilnya, pada babak pertama permainan timnas U-19 kurang mantap. Kerjasama antara pemain kurang solid.
Beberapa kali kesalahan dilakukan para pemain timnas U-19. Dampaknya, Persikoba sempat beberapa kali membahayakan pertahanan mereka. Permainan juga monoton dan banyak serangan yang patah di lini tengah.
Sejatinya, timnas U-19 punya peluang pada menit ke-33 melalui Dinan Yahdian Javier. Sayang, sepakan Dinan dari luar area penalti masih melambung tipis di atas gawang Persikoba yang dikawal Ilham Husain. Persikoba juga punya peluang emas melalui Yogi Saiful pada menit ke-40.
Pada babak kedua, perubahan dilakukan Indra Sjafri. Dia memasukkan Hargianto dan Bagus Adi menggantikan Eriyanto dan Ichsan Kurniawan pada menit ke-48. Kemudian, David Maulana menggantikan Miftahul Hamdi (52").
Masuknya David Maulana ternyata mengubah permainan dan peruntungan timnas U-19. Baru dua menit dia masuk lapangan, diawali bola muntah tendangannya, Dimas Drajat melesakkan bola ke gawang Persikoba. Skor pun menjadi 1-0 dan bertahan hingga bubar. (irr/ham)

Indra Sjafri Kantongi Calon Penggawa Baru Timnas U-19


Bola.net - Indra Sjafri menyebut telah mengantongi nama pemain yang bakal dipanggil bergabung dengan Timnas U-19. Menurutnya ada dua atau tiga pemain yang bakal diberi kesempatan mengikuti pemusatan pelatihan bersama Skuat Garuda Jaya, julukan Timnas U-19.

"Nama-namanya sudah ada. Lebih kurang ada dua atau tiga pemain yang akan kita panggil," ujar Indra Sjafri.

"Selain kualitas, kita juga pertimbangkan regulasi. Untuk penambahan pemain baru, kita cari yang kelahiran Oktober 1995 dan setelahnya. Ini karena AFC U-19 akan dilangsungkan Oktober 2014 mendatang," lanjutnya.

Sebelumnya, Indra Sjafri menegaskan bahwa dia akan melakukan evaluasi untuk menentukan promosi dan degradasi bagi timnya. Menurut Indra, hal ini merupakan caranya mendapat komposisi terbaik bagi timnya.

Lebih lanjut, Indra menolak membocorkan siapa saja yang bakal tersisih dari Skuat Garuda Jaya. Menurutnya, hal ini masih harus dirapatkan dengan anggota tim pelatih lainnya.

"Besok baru kita rapatkan. Kita juga belum tahu jumlah pemain kita akan jadi berapa. Bisa 25, 29 atau bahkan 30 orang. Persiapan kita masih panjang. Nggak usah terburu-buru," tandasnya. (den/mac)

Hansamu Yama Yakin Tak Tersingkir Dari Timnas U-19


Bola.net - Evaluasi yang akan dilakukan tim pelatih Timnas U-19 tak membuat Hansamu Yama Pranata keder. Pilar lini belakang Skuat Garuda Jaya ini mengaku optimistis bisa tetap mempertahankan posisinya.

"Soal dipertahankan atau tidak, saya terserah apa kata tim pelatih," ujar Yama.

"Namun, secara pribadi, saya optimistis bisa tetap bertahan," sambungnya.

Sebelumnya, Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menegaskan bahwa dia akan melakukan evaluasi untuk menentukan promosi dan degradasi bagi timnya. Menurut Indra, hal ini merupakan caranya mendapat komposisi terbaik bagi timnya.

Lebih lanjut, Indra menolak membocorkan siapa saja yang bakal tersisih dari Skuat Garuda Jaya. Menurutnya, hal ini masih harus dirapatkan dengan anggota tim pelatih lainnya.

"Besok baru kita rapatkan. Kita juga belum tahu jumlah pemain kita akan jadi berapa. Bisa 25, 29 atau bahkan 30 orang. Persiapan kita masih panjang. Nggak usah terburu-buru," tandasnya. (bola/mac)

Asupan Gizi di Balik Kunci Sukses Timnas U-19


Liputan6.com, Malang Dokter Timnas Indonesia U-19, dr Alfan Nur mengungkap resep menjaga kebugaran seluruh pemain, baik selama, sebelum, dan sesudah pertandingan. Cara yang dilakukan Alfan terbilang sederhana dan mudah dilakukan.

Selama pertandingan, dia menambahkan cairan elektrolit ke air mineral. Menurut Alfan, strategi itu sudah dilakukan selama menjadi dokter Timnas U-19 dan terbukti efektif mengembalikan energi pemain yang terkuras selama laga. Dia menuangkan serbuk cairan elektrolit ke minuman sebelum pertandingan.

"Elektrolit itu untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena pemain berkeringat. Biasanya, saya menambahkan elektrolit yang masih berbentuk serbuk ke air mineral atau alternatif lain, langsung memberikan minuman elektrolit," ungkap Alfan kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu, Jumat (28/2/2014).
Selain menambahkan cairan elektrolit, Alfan juga memberikan makanan tambahan kepada pemain ketika menghadapi pertandingan."Sebelum pertandingan, saya memberikan coklat untuk pemain. Ini bertujuan sebagai cadangan energi karena coklat mengandung karbohidrat. Kami juga memberikan pisang guna menambah tenaga," ulas Alfan. "Gizi yang menunjang juga ikut menentukan sukses Timnas U-19," tegasnya.
Sementara itu, mengenai makanan selama latihan, Alfan memprioritaskan menyajikan makanan berkarbohidrat dan berprotein tinggi kepada pemain sebagai sumber utama energi. Karena itu, Alfan meminta pihak Hotel memasak menu utama berupa tahu tempe, variasi makanan dari jagung, ditambah Ayam atau Ikan serta menggunakan nasi merah. Tidak ketinggalan sayur-mayur plus buahan-buahan yang banyak mengandung air seperti Semangka dan Melon.

Agar asupan gizi pemain Timnas U-19 lebih optimal, Alfan memberikan suplemen penambah darah untuk mencegah pemain terkena anemia (kekurangan sel darah) serta multivitamin untuk otot dan syaraf.
"Di dalam sel darah merah itu terdapat Hemoglobin (HB). HB ini membawa oksigen dan mengirim ke seluruh tubuh. Ketika anemia HB turun, otomatis oksigen yang dikirim ke otak berkurang. Padahal pemain harus berpikir cepat saat pertandingan."

Dia juga pihak Hotel meminta makanan dimasak dengan cara direbus daripada digoreng. "Kalau digoreng membuat gizi yang terkandung dalam makanan akan menghilang. Soal cita rasa kami serahkan ke Hotel," ujar dokter jebolan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

Mengenai makanan selama melakoni Tur Nusantara,Timnas U-19, Alfan mengakui mulai menemui kendala karena berpindah-pindah lokasi. "Sering kami menjumpai menu makanan tidak sesuai dengan harapan kami. Ini terjadi karena kurangnya komunikasi dengan pihak Hotel."

Ingin Gabung Timnas U-19? Ini Syarat Utamanya


TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tim pelatih Timnas U-19 menetapkan dua syarat utama kepada pemain yang berminat bergabung di Garuda Jaya. Secara umum syarat ini tidak berbeda dengan pemain yang sudah memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF 2013 lalu.

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri mengungkapkan dua syarat itu terdiri dari kualitas individu dan administratif. Kualitas menjadi syarat khusus bagi pemain sebab Evan Dimas diharapkan dapat melaju ke Piala Dunia U-20 2015.

"Selain kualitas, syarat administratif juga penting. Pemain baru itu harus kelahiran maksimal Oktober 1995," kata Indra Sjafri kepada Surya Online usai laga ujicoba semalam.

Syarat ini berbeda dengan pemain yang sudah memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF 2013 lalu.
Menurutnya, pemain yang memperkuat di Piala AFF 2013 dan masih dipertahankan, masih bisa kelahiran maksimal Januari 1995.

Menurutnya, ketentuan pemain harus kelahiran maksimal Oktober 1995 disesuaikan dengan bergulirnya Piala Asia U-19 2014 di Myanmar. Rencananya Piala Asia U-19 2014 akan digelar pada Oktober 2014. Jadi pemain baru maksimal berusia 19 tahun saat Piala Asia 2014 bergulir.
"Pemain lama tidak masalah kelahiran Januari 1995. Ketentuan ini hanya untuk pemain baru," tambahnya.

Kisah Dua Kitman Timnas U-19, Bukan Pekerjaan Sepele


Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.  
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.

(Defri Saefullah) 

Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.
(Defri Saefullah) - See more at: http://bola.liputan6.com/read/2017133/kisah-dua-kitman-timnas-u-19-bukan-pekerjaan-sepele#sthash.qlHV3S2m.dpuf
Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.
(Defri Saefullah)

- See more at: http://bola.liputan6.com/read/2017133/kisah-dua-kitman-timnas-u-19-bukan-pekerjaan-sepele#sthash.Q4nK0ZU1.dpuf
Liputan6.com, Malang Dua kitman Timnas U-19, Ade Ali dan Muhni berbagi cerita selama mempersiapkan kebutuhan pemain Garuda Jaya. Meski tugasnya sederhana, tapi jangan pernah remehkan peran mereka di tim.
Ade Ali dan Muhni berbagi bertugas memenuhi perlengkapan pemain seperti baju, celana, kaus kaki dan sepatu sebelum pertandingan. Keduanya pun sibuk membawa balok es dan air minum saat jam Garuda Jaya tampil. Ketika latihan, Ade Ali dan Muhni saling bahu membahu membawa properti latihan seperti bola, tiang rintangan, dan cone.
Muhni telah direkrut pelatih, Indra Sjafri sejak gelaran turnamen HKFA di Hongkong 2013.  Sedangkan Ade Ali, baru didatangkan Indra Jelang persiapan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Sebelum bergabung dengan timnas, Ade bekerja di tim Divisi I Bina Putera Cirebon. Indra menemukan Ade Ali saat sedang blusukan ke Cirebon mencari pemain.
Banyak suka dan duka yang mereka rasakan saat mendampingi Timnas U-19. Ade Ali mengaku sempat dibuat kesal oleh striker Muchlis Hadi Ning Syaifullah. Pemain yang telah direkrut PSM Makassar itu sering lupa memberikan kaus kaki sepasang, saat usai bertanding maupun berlatih.
“Saat saya tanyakan, satu kaus kaki kali lagi ke mana? Dia hanya tersenyum dan menjawab: lupa saya letakkan di mana,” ungkap Muhni terkekeh. “Saya kemudian mengingatkan dia agar lebih teliti," ungkap Ade Ali kepada Liputan6.com di Hotel Agrowisata, Batu.
Pengalam pahit disampaikan Muhni saat mendampingi Timnas U-19 di ajang turnamen invitasi, HKFA di Hongkong 2013. Saat itu, dia lupa membawa ban kapten dari Indonesia. Praktis, kapten Indonesia tidak diketahui wasit. "Di babak kedua kami mencari ban kapten dengan menggunakan karet. Kesalahan itu sangat fatal bagi tim," kenang Muhni, pria asal Tegal itu.
Lama bergabung dalam tim, Ade Ali dan Muhni kerap menjadi tempat curahan hati para pemain, terutama masalah performa di atas lapangan sekaligus teman bercerita saat rindu dengan keluarga. “Pemain lebih dekat kepada kami dibanding ke pelatih (Indra Sjafri),” kata Ade Ali.
“Bila pemain menginginkan sesuatu kepada pelatih, biasanya lewat kami dulu. Baru kemudian kami menyampaikannya (ke pelatih).” Tidak jarang, mereka ikut memberikan motivasi kepada pemain sebelum bertanding. “Saya sering bilang kepada pemain, kalian harus bermain bagus karena saya sudah bekerja keras mempersiapkan perlengkapan.”
Sama seperti Ade Ali, Muhni kerap memberikan masukan kepada para pemain. “Ketika pemain bercerita tentang penampilan di lapangan, saya mengatakan apa adanya. Kalau jelek saya tidak saya tutup-tutupi. Tapi saya tetap memberikan semangat kepada mereka,” Muhni menimpali.
Tinggal jauh dari keluarga karena harus mendampingi Timnas U-19 menjalani Training Camp jangka panjang membuat Ade Ali dan Muhni tentu menyimpan perasaan rindu. Beruntung, pelatih Indra memahami perasaan mereka.
“Indra pelatih fleksibel. Bila libur latihan dan menyampaikan dengan jelas, dia memberikan kami izin pulang. Tapi sebelum pulang, kami berdua berdiskusi agar pekerjaan kami tetap lancar dan tidak mengganggu tim,” papar Ade Ali.
(Defri Saefullah)

- See more at: http://bola.liputan6.com/read/2017133/kisah-dua-kitman-timnas-u-19-bukan-pekerjaan-sepele#sthash.Q4nK0ZU1.dpuf

Winger Timnas U-19 Ceritakan Perjalanan Jadi Pemain Bola


Liputan6.com, Malang Bergabung dengan Timnas U-19 ibarat mimpi bagi winger timnas U-19, Yabes Roni Mailaifani. Datang dari Kepulauan Alor,  Nusa Tenggara Timut (NTT), Yabes Roni kini menjelma jadi bintang Garuda Jaya.

Nama Yabes Roni mulai dikenal publik secara luas di ajang Kualifikasi Piala Asia U-19 grup G , pada Oktober 2013. Pertandingan melawan Filipina menjadi titik balik perjuangan Yabes meretas mimpi sebagai pemain profesional. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit 68, Yabes mencetak gol di laga  debut tersebut.

Sejak saat itu, Yabes menjadi andalan Timnas U-19, bahkan dia dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 menghadapi Piala Asia U-19 2014.  Sepakbola telah mendarah daging bagi pemuda kelahiran Moro, Alor, 6 Februari 1995 itu. Sebelum tenar seperti sekarang, dia merupakan pemain antarkampung (Tarkam) di Alor.

“Dari setiap pertandingan, saya mendapat Rp 200 ribu,” ungkapnya. “Sekarang, saat bergabung di Timnas U-19, saya bersyukur bisa mengirimkan  uang untuk keluarga di Alor.”

Yabes pun menyadari, tekad kuat menjadi pesepakbola di bangun di tengah keterbatasan. Namun, itu bukan halangan baginya untuk terus memelihara mimpi menjadi pemain bintang.
“Saya hanya berlatih dengan fasilitas dengan latihan seadanya. Dari rumah ke lapangan, harus menempuh perjalanan  1 jam dan dua kali naik angkot. Saya berlatih juga bukan di SSB, tapi juga di klub kampung.”

Siapa sangka,Yabes dulu tidak diizinkan sang Ibu, Sepriani Malaifani untuk mengikuti seleksi Timnas U-19. Pasalnya, dia merupakan anak laki-laki satu-satunya.

“Dua saudara saya perempuan semua. Karena itu, saya tidak boleh berangkat, tapi saya yakinkan kepada ibu, untuk mengikuti seleksi. Akhirnya, saya berangkat,” kata Yabes.

Yabes bersyukur,dari empat rekannya dari NTT, dia satu-satunya lolos seleksi di Yogyakarta dan mengikuti pemusatan latihan menghadapi Piala AFF U-19 di Sidoarjo, tahun lalu. 
Namun, Indra justru tidak mencantumkan namanya dalam daftar  pemain di Piala AFF U-19. Tapi Yabes belum habis, dia dipanggil Indra untuk Kualifikasi Piala Asia U-19 di Jakarta. Di situ, menjadi ajang pembuktian, layak berkostum Merah Putih.

(Defri Saefullah)