Kamis, 28 Agustus 2014

Indra Sjafri Belum Pelajari Video Rekaman Calon Lawan Timnas di Myanmar 2014

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 Indra Sjafri mengatakan memelajari video rekaman pertandingan calon lawan di final Piala Asia 2014 itu sangat penting bagi dirinya terutama dalam menentukan strategi bermain. Pelatih asal Padang, Sumatera Barat ini sudah mengajukan video rekaman permainan calon lawan ke High Performance Unite (HPU) Badan Tim Nasional PSSI sejak lama.

Namun, hingga kini video rekaman yang dinantikan itu belum juga diterima.  "Saya sudah ajukan (rekaman pertandingan lawan) dari dulu tapi sampai sekarang belum juga sampai ke tangan saya," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball.

Indra mengatakan rekaman pertandingan calon lawan itu sangat penting untuk dipelajari. Ia mengatakan bisa mengetahui secara detail bagaimana irama permainan lawan melalui rekaman tersebut.

"Kita lebih mudah mengetahui strategi bermain dari rekaman pertandingan itu. Dengan begitu, kita bisa menentukan strategi yang efektif," ujarnya.

Garuda Jaya bergabung di Grup B bersmaa Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Saat ini Evan Dimas dkk menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta, usai melakoni Turnamen Hassanal Bokiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam. Periodisasi latihan ini sudah memasuki tahapan Pra-Kompetisi. Artinya, seluruh kegiatan latihan sudah fokus pada pertandingan sesungguhnya.

Sehingga materi latihan hingga situasinya disamakan semirip mungkin dengan atmosfir pertandingan nanti. "Kita usahakan latihan ini sudah mirip dengan suasana pertandingan di Myanmar," ujarnya. 

Martinus Novianto: Timnas U-19B Tak Punya Banyak Pilihan

 Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Striker Tim nas Indonesia U-19B Martinus Novianto mengatakan timnya sekarang tidak jauh berbeda dengan timnas sebelumnya yang diasuh Pelatih Indra Sjafri.

Hanya satu perbedaan menonjol diantara kedua tim berlogok Garuda itu. "Bedanya kalau timnas sebelumnya (U-19) banyak pilihan pemain. Kalau yang sekarang sedikit. Tapi sekarang sudah bertambah," ujar Martinus Novianto ditemui usai latihan di Lapangan POR Sawangan, Depok.

Martinus mengakui ada beberapa perbedaan gaya pelatih dalam menerapkan strategi yang dirasakan dari dua timnas ini. Akan tetapi itu semua tidak menjadi soal. "Memang gaya pelatih berbeda. Tapi gak jadi masalah tinggal pemain menyesuaikan irama pelatih saja," ujarnya.

Meski demikian, striker yang dicoret dari skuat Garuda Jaya ini mengatakan perjuangan yang dilakukan timnas U-19 dan U-19B itu sama-sama membela merah putih. "Perjuangan kita sama saja membela merah putih. Jadi kami saling mendukung seluruh timnas," ujarnya.

Timnas U-19 B Bakal Bakal Dirampingkan Jadi 20 Pemain

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional U-19 B Rudi William Keltjes mengatakan keputusan Badan Tim Nasional (BTN) PSSI yang mengacu regulasi ke Pre-Paratory AFF di Vietnam 5-13 September 2014 menetapkan hanya  20 pemain setiap negara.

Peraturan ini yang membuat dirinya harus memangkas sembilan dari total 29 pemain, yang bertahan mengikuti pemusatan latihan, akhir pekan ini. Sehingga kurang dari 6 hari, mantan pelatih PSM Makassar ini telah mencoret 22 pemain.

"Memang disayangkan, tapi saya hanya menjalani aturan saja. Yah, mau nggak mau sembilan pemain nanti kita rampingkan," ujar Rudi William Keltjes kepada Super Ball usai latihan di Lapangan POR Sawangan, Depok, Rabu (27/8/2014).

Rudi William menambahkan dirinya sudah mengantongi sembilan nama yang bakal dikembalikan ke klubnya sehingga jumlah skuad 20 pemain. Ia memberikan bocoran skuad yang dibawa ke Vietnam itu adalah 18 pemain lapangan dan dua penjaga gawang.

Akan tetapi, pelatih yang kerap disapa Opa Rudi oleh para pemain itu masih merahasiakan sembilan nama yang dicoret akhir pekan nanti. "Sudah ada semua nama itu, tapi nanti saja Sabtu malam saya umumkan," ujarnya.

Saat ditanya bagaimana nasib 22 pemain yang dicoret, Rudi menjawab," Saya belum tahu. Itu semua wewenang BTN."

Sabeq Fahmi Sulit Pahami Strategi Bermain karena Persiapan Minim

ist

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Striker Timnas Indonesia U-19 B Sabbeq Fahmi Fahrezy mengatakan persiapan tim yang sangat mepet ini menjadi salah satu kendala dalam menghadapi ajang Pre-Reparatory AFF di Vietnam 5-13 September 2014. Durasi pemusatan latihan (Training Center) yang sempit ini membuat para pemain kesulitan terutama dalam memahami strategi bermain.

"Persiapan yang mepet ini membuat kami menjadi bingung terutama dalam bermain," ujar Sabbeq Fahmi Fahrezy usai latihan di Lapangan POR Sawangan, Depok.
Sabbeq menegaskan dirinya terkadang bingung saat di lapangan apakah permainan yang ditampilkannya itu benar atau salah. "Terkadang yang menurut saya benar ternyata di mata pelatih salah. Nah, adaptasi itu yang membutuhkan waktu," ujarnya.

Walaupun kondisi persiapan kurang ideal, Sabbeq mengatakan dirinya siap berjuang di laga Pre-Repatory di Vietnam mendatang. "Kami sudah siap menghadapi pertandingan nanti. Masih ada waktu untuk mematangkan kerjasama tim," ujarnya.

Guna mengefektifkan waktu, Sabbeq memanfaatkan waktu istirahat di mess untuk berdiskusi sesama pemain. Obrolan santai menjelang tidur itu terkadang membicarakan tentang gaya bermain dan selera bola masing-masing. "Kami terkandang saling bercerita soal selera bola masing-masing. Jadi begitu di lapangan kita sudah tahu," ujarnya.

Rabu, 27 Agustus 2014

Otak Permainan Timnas U-19 Bernama Evan Dimas

                                                                                                         Peksi Cahyo Priambodo/BOLA
Bolanews.com - Mencuatnya nama Evan Dimas di jajaran teratas menit bermain terbanyak tak mengherankan. Sejak Piala AFF 2013, sang gelandang terlihat menonjol. Ia otak permainan di lini tengah. Catatan statistik kapten tim ini selalu masuk jajaran terbaik.


Hanya, ketergantungan tim yang begitu besar pada sosok pemain didikan Mitra Surabaya itu berisiko tinggi. Saat penam­pilan Evan meredup, performa timnas U-19 juga ikut menurun.

Saat dua uji coba melawan Myanmar di Jakarta, Evan tak berkutik karena pergerakannya dimatikan oleh lawan. Timnas U-19 akhirnya menuai hasil mengecewakan, hanya bermain seri 1-1 dan kalah 1-2. Saat tampil di Hassanal Bolkiah Trophy, kejadiannya tak jauh berbeda.

Solusinya, gelandang pelapis, Paulo Sitanggang, mengambil alih peran Evan. Catatan statistik Paulo relatif bagus, tetapi ia tak bisa membawa dampak pada permain­an keseluruhan timnas U-19.

Di waktu tersisa masa persiapan Piala AFC U-19, Indra tentu harus mengatur ritme rotasi pemain. Timnas membutuhkan pemain pelapis yang bisa menjadi pembeda kala pemain inti tak bisa tampil atau dijaga ketat oleh lawan. (Harian Bola)

Martinus dan Sabeq, Andalan Timnas U-19 B

Bola.net - Timnas Indonesia U-19 B terus menjalani latihan di Komplek Pemusatan Latihan Usia Muda PSSI, di Sawangan. Skuat arahan Rudi Keltjes tersebut nantinya akan diturunkan dalam Turnamen AFF Prepatory U-19 di Vietnam, 5-13 September 2014.

Timnas U-19 B, diperkuat sebagian besar pemain yang pernah mengikuti seleksi Timnas U-19. Di antaranya, striker Martinus Novianto, dan Sabeq Fahmi.

"Sabeq dan Martinus itu pemain potensial. Sabeq misalnya, dia sekarang hanya perlu mengembalikan kebugarannya setelah cedera dan menepi dari lapangan selama satu tahun," jelas Rudi Keltjes.

Martinus merupakan pemain hasil rekrutan dari Tur Nusantara, namun gagal menembus skuat utama Timnas U-19 karena masih kurang dalam hal stamina.

Sementara Sabeq adalah pemain andalan Indra Sjafri saat Indonesia menjuarai turnamen invitasi di Hongkong, HKFA 2012. Sabeq bahkan keluar sebagai pencetak gol terbanyak dan terpilih sebagai pemain terbaik. (esa/pra)

Timnas Indonesia U-19 Direncanakan Tantang West Ham United

Goal / Abi Yazid

Goal.com - Timnas Indonesia U-19 bakal menjalani pelatnas di Eropa pada September nanti. Beberapa opsi lokasi pelatnas dan rencana agenda uji coba pun telah disusun bagi tim Garuda Jaya selama pelatnas di benua biru.

Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengungkapkan saat ini dirinya masih belum bisa memastikan berapa banyak klub Eropa yang bisa menjadi lawan tanding bagi timnya. Hanya saja, pelatih asal Sumatera Barat itu menyebut timnya direncanakan bakal menghadapi salah satu klub Liga Primer Inggris.

"Ada West Ham United, tapi belum pasti juga nanti tim yang mana dari mereka yang akan kami hadapi. Yang pasti, levelnya harus di atas timnas," ucap Indra.

Meski begitu, pelatih berusia 51 tahun itu memaparkan banyak pertimbangan yang harus diperhatikan selama pelatnas di Eropa mulai dari cuaca, lokasi, dan waktu. "Jadi, semua disesuaikan. Di sana saat ini sedang musim dingin, jadi beberapa faktor masih dilihat," tuturnya.

Indonesia U-19 memang sedang dipersiapkan untuk mengikuti putaran final Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober nanti. Pada ajang itu, mereka ditargetkan minimal lolos ke babak empat besar, sehingga mendapatkan tiket lolos ke Piala Dunia U-20 2015.