Selasa, 02 September 2014

Badan Tim Nasional Beberkan Manfaat Timnas U-19 ke Eropa


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Nasional Indonesia U-19 dijadwalkan menggelar pemusatan latihan di Eropa mulai 10 September 2014. Selama di Benua Biru tersebut, Garuda Jaya akan melakoni empat laga uji coba.

Tur ke Eropa ini merupakan persiapan terakhir bagi Evan Dimas dan kawan-kawan, sebelum berlaga di Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Direktur High Perfomance Unit (HPU) BTN, Demis Djamoedin, mengungkapkan, pelatnas di Eropa sangat bermanfaat. "Timnas U-19 masih dalam masa prakompetisi. Nantinya, mereka melawan tim yang levelnya di atas mereka untuk mencapai puncak penampilan," kata Demis, Selasa (2/9/2014).

Selain itu, Demis menyatakan, uji coba melawan tim Eropa bertujuan meningkatkan permainan Timnas U-19 karena calon lawan yang akan dihadapi memiliki level yang lebih tinggi dari Evan Dimas dan kawan-kawan.
"Lawannya dua level lebih tinggi dari timnas U-19. Itu sudah rancangan dan program agar permainan timnas U-19 lebih kompetitif," tutur Demis.

"Kami sempat mengundang beberapa negara dari zona UEFA yang sudah lolos ke Piala Dunia U-20, Selandia Baru. Namun, pemain mereka sudah berlaga bersama klubnya masing-masing seperti pemain Jerman yang berlaga di Bundesliga," lanjutnya.

Lebih lanjut, Demis menjelaskan, BTN lebih memilih lawan tim dari Eropa agar terhindar dari pantauan tim-tim lain dari Asia. "Lawan-lawan pasti mencari informasi tentang kekuatan Indonesia. Persiapan bisa bocor kalau main di Asia. Itu adalah salah satu alasan kami mengirim tim ke Eropa," tutur Demis.

BTN sendiri belum bisa membeberkan calon lawan Garuda Jaya di Eropa. Hal itu lantaran BTN sedang berkoordinasi dengan pihak sponsor dan stasiun televisi yang akan menyiarkan uji coba ini.(Ferril Dennys)

Senin, 01 September 2014

Timnas U-19 akan Jalani TC di Spanyol 17 Hari

(ANTARA FOTO/Noveradika)

VIVAbola - Tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 akan menggelar pemusatan latihan (TC) di Spanyol. Selama berada di sana, rencananya, Garuda Jaya akan menjalani 4 sampai 5 uji kali coba.

"Uji cobanya melawan klub, tidak ada timnas," jelas Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, Senin 1 September 2014.

Menurut Joko, skuad Timnas U-19 akan berangkat ke Negeri Matador, 8 atau 10 September 2014. Di Spanyol, Evan Dimas cs akan digembleng selama 17 hari.

Awalnya, PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) sempat melirik Inggris sebagai lokasi TC bagi pasukan Indra Sjafri. Namun, cuaca yang kurang bersahabat memaksa PSSI dan BTN menggesernya ke Spanyol.

"Di Inggris sudah masuk musim dingin. Cuaca di Spanyol lebih pas. Dan untuk lawan uji coba, rencananya kami akan mengundang klub dari Inggris untuk melawan Timnas U-19 di Spanyol," jelas Joko.

Sebelumnya, Timnas U-19 sempat dijanjikan mengikuti turnamen COTIF di Spanyol. Namun, rencana itu batal dan Garuda Jaya akhirnya tampil di Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam.

Di COTIF, Indonesia diwakili oleh Timnas U-21 besutan Rudi Keltjes. TC di Spanyol kali ini kemungkinan besar akan menjadi persiapan terakhir Garuda Jaya sebelum tampil di Piala Asia U-19. (one)

Kisah Garuda Jaya Bakal Tayang Bulan Depan

ist

Bola.net - Perjalanan sukses Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF kini sudah bisa disaksikan lewat layar lebar. Film perjuangan Evan Dimas dkk kini bakal mulai rilis pada tanggal 9 Oktober mendatang.

Garuda 19 Semangat Membatu, begitu judul film yang disutradarai Andibachtiar Yusuf. Film produksi Mizan Productions ini dikembangkan dari dua buku terbitan Bentang Pustaka dengan judul yang sama, Semangat Membatu.

Film ini didukung aktor kawakan Mathias Muchus, Ibnu Jamil, Mandala Shoji, Puadin Redi, Reza Aditya, Verdi Solaiman, Amanda Ayunda, Bilqis Utari. Selain itu para bintang muda berbakat seperti Rendy Ahmad yang berperan sebagai Arai di film Sang Pemimpi dan Laskar Pelangi sekuel 2 Edensor juga ikut terlibat.

Dalam poster yang dirilis pihak Mizan, tampak para bintang muda mengambil porsi tampilan yang dominan dengan para pelatih berada di bawahnya. Lambang Garuda 19 dengan tulisan Semangat Membatu juga turut terpampang di bagian depan poster.


Indra Sjafri Tata Pemain Timnas U-19 Jadi Pelatih Masa Depan

dok. tribunnews

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri mengatakan pihaknya membangun skuat Garuda Jaya bukan sekedar mengasah kemampuan di lapangan semata. Pelatih asal Padang, Sumatera Barat ini juga memikirkan masa depan Evan Dimas dkk setelah gantung sepatu alias tidak lagi aktif sebagai pemain.

"Makanya saya minta mereka semuanya kuliah tentu saja proses belajarnya menyesuaikan dengan jadwal kita," ujar Indra Sjafri kepada Harian Super Ball, Minggu (31/8/2014).

Sebagian besar pemain timnas Indonesia U-19 menjalani kegiatan perkuliahan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gajah Mada (UGM). Mereka masuk ke perguruan tinggi ternama itu melalui jalur olahraga. Selain memikirkan pendidikan umum, Indra juga menyarankan kepada anakasuhnya untuk mengambil sertifikat pelatih lisensi C. Sehingga begitu karir di sepakbola sebagai pemain sudah habis, mereka bisa melanjutkan kegiatan di lapangan hijau sebagai pelatih.

"Saya sudah sampaikan dari awal kepada mereka harus mengambil lisensi C agar nantinya bisa menjadi pelatih. Sehingga setelah saya selesai banyak generasi penerusnya," ujarnya.
Indra mengatakan dirinya mengendalikan timnas U-19 bukan saja dari sisi pengembangan permainan semata. "Saya sudah tata masa depan mereka nantinya. Bukan hanya soal skill saja, tapi sudah jauh ke depan. Diharapkan mereka nantinya bisa berguna buat bangsa," ujarnya.

Timnas U-19 menjadi satu-satunya tim kebanggaan Indonesia. Garuda Jaya yang berhasil meraih juara di turnamen AFF 2013 ini diharapkan mampu mengulangi kesuksesannya di Piala Asia 2014 Myanmar, Oktober mendatang. "Kami mohon dukungan dan doanya dari masyarakat agar bisa meraih terget Oktober nanti," ujarnya.

Timnas U-19 bersiap untuk menjalani pemusatan latihan di Eropa, awal September 2014. Indra memilih anakasuhnya berkonsentrasi untuk mematangkan penyerangan dan pertahan dalam pemusatan latihan dan menanggalkan Turnamen Pre-Repatori AFF Vietnam.

Adalah Timnas Indonesia U-19B yang dibesut pelatih Rudi William Keltjes yang akan menggantikan peran Evan Dimas dkk di laga Pre-Repatori itu. 

Timnas U-19: Muka-muka Ceria usai Refresh Outbound

                                                                                                                       Gonang Susatio
Bolanews.com - Refreshing adalah bagian penting dalam sebuah proses pematangan permainan. Hal itu juga dilakukan pada tim nasional U-19 yang berkumpul dan berlatih dalam jangka panjang. Refreshing lewat kegiatan outbound ternyata memberikan perubahan suasana.


Usai gagal di turnamen di Brunei Darussalam, harus ada acara untuk mengembalikan ke suasana optimistis. Salah satu cara adalah membuat outbound di Kaliurang, Yogyakarta.

Hasilnya mantap. Mereka kembali bugar dan penuh semangat saat kembali menjalani latihan rutin di Lapangan UNY, Yogyakarta, Senin (1/9). Latihan pun diawali dengan canda dan tawa.

“Suasana batin makin baik setelah mereka mengikuti outbond. Mereka telah kembali seperti semula. Untuk memulihkan mental tidak hanya melalui outbond. Mereka juga ikut sert Ospek di kampus Universitas Negeri Yogyakarta," kata Indra Sjafri, pelatih kepala kepada kontributor BOLA di Yogyakarta Gonang Susatio. Rona Indra juga ikut bersinar.

Indra dan tim pelatih berharap selama persiapan yang tinggal satu setengah bulan menjelang Piala AFC U-19 di Myanmar, pemain sudah sepenuhnya kembali seperti semula. Tim juga sudah memasuki tahap prakompetisi.

Mental Timnas U-19 Sudah Membaik

                                                                                                                   Gonang Susatyo
Bolanews.com - Pasca-kegagalan di Brunei Darssalam, kini kondisi mental para pemain timnas Indonesia U-19 sudah membaik.


Dari 29 hingga 30 Agsutus lalu, punggawa Garuda Jaya mengikuti outbond di Kaliurang, kawasan di kaki Gunung Merapi, Yogyakarta. Kejenuhan dan kelelahan mental karena menjalani pemusatan latihan yang panjang langsung sirna setelah melaksanakan kegiatan ini.

“Suasana batin makin baik setelah mereka mengikuti outbond," kata pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, kepada kontributor Bolanews, Gonang Susatyo.

"Mereka telah kembali seperti semula. Untuk memulihkan mental tidak hanya melalui outbond. Mereka juga ikut serta Ospek di kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Melalui Ospek, pemain juga mendapatkan penyegaran. Ada kebanggaan di antara pemain saat mengenakan jaket almamaternya,” imbuhnya.

Kini hanya tersisa waktu satu setengah bulan bagi Evian Dimas dkk. untuk mempersiapkan diri menjelang Piala AFC U-19 di Myanmar. Apa saja yang telah dipersiapkan Indra?

"Selama empat hari terakhir, kami jug sudah mempelajari permainan lawan-lawan di Piala AFC U-19. Kami mempelajari rekaman pertandingan terakhir dari Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab,” jelas Indra.

Outbond, Obat Pemulih Luka

                                                                                                 twitter
Bolanews.com - “Saya yakin! Saya juara!” Suara yang menunjukkan keyakinan dan kepercayaan diri yang kuat menggema di tempat terbuka yang dikelilingi sungai dan sawah.


Suara keras penuh semangat itu keluar dari mulut pemain tim nasional U-19 yang mengikuti outbond di Kaliurang, kawasan di kaki Gunung Merapi, Yogyakarta.

Suasana yang berbeda dirasakan Ravi Murdianto dkk. Selama persiapan menuju Piala AFC U-19 di Myanmar, Oktober, mereka menghadapi rutinitas latihan yang diselingi dengan pertandingan.

Akibat menjalani pemusatan latihan yang panjang, pemain dikhawatirkan merasa jenuh. Kelelahan mental dan kejenuhan diduga menjadi penyebab hasil kurang memuaskan yang didapat Tim Garuda Jaya di Hassanal Bolkiah Trophy.

Pengalaman itu menyisakan luka bagi seluruh awak tim. Saat kembali ke Yogyakarta untuk melanjutkan pemusatan latihan, pelatih Indra Sjafri mengagendakan kegiatan yang diharapkan bisa membuat pikiran pemain lebih segar dan mental mereka dipulihkan.

Untuk itulah selama dua hari, 29-30 Agustus, para pemain berada di Kaliurang. Di malam hari, pemain bersama jajaran pelatih dan Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, menyelenggarakan api unggun.

“Semua bergembira. Pemain benar-benar melepaskan beban dan semua bersuka-ria. Mereka sampai ingin terus menikmati acara api unggun, tapi pemain harus disiplin dan beristirahat karena pagi sudah mengikuti outbond,” ujar Guntur Cahyo Utomo, pelatih mental timnas U-19.

Ajarkan Kebersamaan Kegiatan outbond mengajarkan kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan, dan masih banyak lagi. Pemain diajak lebih memahami bagaimana berempati pada yang lain, bagaimana bereaksi dengan cepat dan mencari strategi yang tepat melalui beragam permainan dalam regu.

“Kami banyak belajar bagaimana berempati dengan yang lain, mencari strategi yang tepat di permainan air mancur lima orang. Suasananya menyenangkan. Kami bisa refreshing. Di Malang, kami juga pernah outbond, tapi permainannya tidak sebanyak seperti yang di sini,” ujar Yabes Roni Malaifani.

Kiper Ravi Murdianto mengaku sempat keluar keringat dingin saat hendak mencoba permainan flying fox, tapi ia memberanikan diri bergelantungan meski memilih sebagai peserta terakhir. “Takut, tapi harus dijalani biar tidak takut,” ucap Ravi.

Selain beraksi dengan flying fox, pemain bekerja sama memasukkan bola kecil ke ember melalui pipa kecil yang disambung-sambung. Mereka juga saling membantu membangun jembatan kayu melewati ‘sungai beracun’.

“Pokoknya menyenangkan. Ada kebersamaan, kekeluargaan, kepemimpinan, kepercayaan, konsentrasi. Pikiran kami jadi lebih fresh. Kami merasakan suasana baru dengan outbond di alam terbuka seperti ini,” ujar striker Dimas Drajad.