Kamis, 28 Agustus 2014

Soal Rencana Timnas U-19 Lawan West Ham, Ini Kata BTN

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin, belum bisa memberikan kepastian apakah tim nasional Indonesia akan beruji coba dengan West Ham United.

"Tunggu rilis resmi BTN. BTN belum pernah rilis soal itu. Nanti mungkin akan ada jumpan pers pada tanggal 2 September," kata Sefdin kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2014).

Sebelumnya, beredar pemberitaan soal rencana Garuda Jaya menggelar pelatnas di Eropa mulai 10 September.

Rencananya, West Ham akan menjadi salah satu lawan uji tanding bagi Evan Dimas dan kawan-kawan dari empat hingga enam uji coba yang direncanakan saat timnas U-19 berada di Benua Biru tersebut.

Kemungkinan besar tim besutan Indra Sjafri tersebut akan menggelar pelatas di Inggris atau Spanyol.

Pelatnas ini merupakan persiapan terakhir timnas U-19 jelang tampil di Piala Asia U-19 pada Oktober 2014. Indonesia akan melawan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab pada babak penyisihan Grup B.

Timnas Indonesia U-19 Perbaiki Kelemahan Secara Perlahan


antara foto

Goal.com - Tim nasional Indonesia U-19 terus memperbaiki kekurangan mereka di pemusatan latihan yang digelar di Yogyakarta.

Target menggapai semi-final Piala Asia U-19 di Myanmar, demi mengamankan tempat Piala Dunia U-20 tahun depan di Selandia Baru membuat Garuda Jaya harus total bebenah.

Indra Sjafri sebagai pelatih pun mengungkapkan bahwa butuh proses untuk anak asuhnya mencapai kesempurnaan yang diinginkan. Sektor pertahanan dan penyerangan secara seimbang terus diasah.

“Tiap sore kami terus asah penyelesaian akhir dan bertahan. Beragam pola dan tipe di dua sektor itu kami berikan ke pemain," beber peracik strategi asal Sumatera Barat itu.

"Tidak mudah, dan jangan berharap cepat karena untuk usia seperti mereka, perubahan dilakukan berjenjang. Bermain bola tidak sehari dua hari jadi proses ribuan kali pemain melakukan gerak serupa,” tambah Indra.

Hasil buruk di Hassanal Bolkiah Trophy memang membelalak mata Evan Dimas dan kawan-kawan. Penyelesaian akhir dan konsentrasi dalam bertahan masih jadi teka-teki yang perlu dirampungkan tim pelatih Garuda Jaya.

Tim juara Piala AFF U-19 tahun lalu juga akan menyiapkan 26 pemain untuk terbang ke Eropa. Sebagai persiapan akhir mereka sebelum ke Myanmar, Spanyol, Inggris dan Italia jadi opsi untuk Tur Eropa mereka.

Villa 2000 Bekuk Timnas Indonesia U-19 B

Goal.com - Timnas Indonesia U-19 B harus menderita kekalahan di laga uji coba perdana mereka. Itu setelah, mereka dibekuk Villa 2000 dengan skor tipis 1-0 di lapangan pemusatan latihan usia muda PSSI, Sawangan, Kamis (28/8) petang.

Jalannya pertandingan sebenarnya cukup berimbang. Beberapa kali Indonesia U-19 B mampu menekan lini pertahanan klub yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 itu. Namun, setiap serangan yang dibangun selalu mengalami kebuntuan.

Villa 2000 yang unggul pengalaman mampu mencuri gol di menit ke-29. Adalah Sony Ardiansyah yang berhasil lolos dari jebakan off-side, mampu melesakkan gol ke gawang Indonesia U-19 B yang dikawal Dikri Yusron Afafa.

Tertinggal satu gol, para penggawa Indonesia U-19 B mencoba tampil lebih menekan. Pergantian pemain pun dilakukan pelatih Rudy William Keeltjes. Tapi, beberapa kesalahan mendasar seperti salah operan masih sering dilakukan Rudolof Yanto Basna dan kawan-kawan. Namun hingga pertandingan usai, skor tetap 1-0 untuk tim berjulukan The Black Orange.

Rencananya, Indonesia U-19 B bakal melakukan uji coba lagi melawan Persita Tangerang U-21, Jumat (29/8) dan salah satu klub lokal pada Sabtu (30/8). Ini merupakan bagian dari persiapan untuk mengikuti turnamen AFF U-19 Preparatory di Vietnam, 5-15 September nanti
 

Indra Sjafri Pantau Uji Coba Perdana Indonesia U-19 B

Antara Foto

Goal.com - Laga uji coba perdana timnas Indonesia U-19 B kontra Villa 2000, Kamis (28/8) petang, ternyata mengundang perhatian pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri. Ya, Indra terlihat ikut menyaksikan laga tersebut didampingi direktur High Performance Unit (HPU), Demis Djamaoeddin.

Ketika ditanya wartawan usai uji coba itu, Indra pun tak menampik dirinya bisa saja mengambil pemain dari Indonesia U-19 B untuk masuk ke skuatnya. "Kalau memang dia masuk standar kami dan sesuai regulasi, pasti saya panggil. Kalau tidak ya berarti tidak dipanggil," tegas Indra.

Lebih lanjut, pelatih berusia 51 tahun itu menuturkan tak bisa langsung menilai penampilan para penggawa Indonesia U-19 B hanya dari uji coba tersebut. "Tidak bisa saya melihat hanya sekali. Sedangkan pemain lama yang sudah berkumpul berbulan-bulan saja masih belum konsisten," jelasnya.

Seperti diketahui, Indonesia U-19 B memang sedang dipersiapkan untuk mengikuti turnamen AFF U-19 Preparatory di Vietnam, 5-15 September nanti. Pada ajang itu, mereka tergabung di grup A bersama Thailand U-19 dan Myanmar U-19. Tim tersebut menggantikan peran Indonesia U-19 yang berencana melakukan pelatnas di Eropa.

Tiga Pemain Timnas U-19 Rawan Terdepak

SLEMAN, suaramerdeka.com - Tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 terus mematangkan diri dalam pemusatan latihan di Yogyakarta sebelum turun di AFC U-19 Championship Cup 2014, Myanmar, Oktober mendatang. Tiga pun pemain dipastikan terdepak dari skuad berjuluk Garuda Jaya itu jika tidak segera meningkatkan kemampuannya.

“Sesuai kuota dari AFC bahwa di Myanmar nanti hanya boleh mendaftarkan 23 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Berarti dengan kata lain, tiga pemain terpaksa tidak kami bawa,” jelas Indra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-19.

Sayangnya, Indra masih menutup rapat ketiga nama pemain yang tak akan diikutsertakannya ke Myanmar nanti. Meski begitu, juru taktik asal Padang itu memastikan bahwa 26 pemainnya yang tengah mengikuti training center (TC) di lapangan sepak bola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman ini tetap akan dibawa dalam rangkaian Tur Eropa, awal September mendatang.

Rencananya, Evan Dimas Darmono dijadwalkan menggelar tiga sampai empat latih tanding di salah satu dari ketiga negara yakni Inggris, Italia dan Spanyol. “Untuk ke Myanmar kami masih melihat kondisi terkini setiap pemain. Kalau tidak siap tapi dimainkan ya percuma,” ungkapnya.

Dengan hanya 23 pemain yang dibawa ke Myanmar, praktis posisi tiga penjaga gawang dipastikan aman. Termasuk Dicky Indrayana yang jarang diturunkan saat uji coba. Ditambah dua penjaga gawang reguler yakni Ravi Murdianto dan Awan Setho.

Namun, tidak halnya dengan beberapa pemain lain. Melihat catatan yang ada posisi pemain seperti Erfandi, Hendra Sandi dan Miftahul Hamdi punya kans untuk tak dibawa karena jarangnya kesempatan bermain diberikan kepada mereka.

Sementara itu, sebelum bertolak ke Eropa, para pemain dijadwalkan menjani outbond mulai hari ini di Kaliurang, Yogyakarta. Program refreshing itu disusun bekerja sama dengan BTN (Badan Tim Nasional).

“Besok sore berangkat ke Kaliurang acara internal. Sabtu pagi mulai outbond dan sorenya pulang ke Jogja. Kalau dari segi mental pemain sudah sedikit pulih, outbond ini hanya sekedar merefresh kembali pikiran mereka,” sambung pelatih mental, Guntur Cahyo Utomo.

EKSKLUSIF: Gavin Kwan Adsit Siap Perkuat Indonesia U-19

 Dan Orlowitz

Goal.com - Gelandang muda Gavin Kwan Adsit mengungkapkan, ia siap memperkuat tim nasional Indonesia U-19 di Piala Asia 2014 yang berlangsung di Myanmar pada Oktober, dan berharap Garuda Jaya lolos ke Piala Dunia U-20.

Gavin saat ini menjalani trial di salah satu klub Liga Utama Jepang (J-League) FC Tokyo. Menurut Gavin, trial di klub peringkat lima klasemen sementara musim ini merupakan kesempatan yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

Kendati demikian, Gavin tidak menutup kemungkinan dirinya memperkuat timnas U-19 di Myanmar. Pemain berusia 18 tahun itu menyatakan sudah siap bila dipanggil badan tim nasional (BTN).

“Saya tertarik [memperkuat timnas U-19], tapi saya belum dihubungi. Jika mereka tak menghubungi saya, maka saya akan mencari klub yang tepat untuk mengembangkan kemampuan. Saya kira itu target utama saya. Saya ingin bermain untuk tim nasional, mungkin timnas U-23, atau senior. Jika timnas U-19 memanggil saya, saya akan mempertimbangkannya,” tutur Gavin kepada asisten editor Goal Jepang dan Asia Dan Orlowitz.

“Saya berharap mereka lolos [ke Piala Dunia U-20], dan semoga mereka sukses. Saya merasa saya ingin menjadi bagian tim ini, tapi saya sudah membuat keputusan tahun lalu untuk lebih dulu mendapatkan klub. Saya berharap dipanggil lagi.”

Gavin kembali mengungkapkan alasannya tidak bergabung dengan timnas U-19 tahun lalu. Ia juga menampik penolakan itu membuat hubungannya dengan pelatih Indra Sjafrie merenggang.

“Saya sempat mengikuti pemusatan latihan, tapi saya akhirnya memutuskan ke Eropa, karena saya berpikir itu kesempatan saya. Untuk saat ini, saya ingin mencari klub bagus di mana saya bisa mengembangkan kemampuan. Saya berharap [di FC Tokyo], karena saya melihat itu klub yang tepat untuk saya. Saya juga berharap bermain untuk tim nasional,” papar Gavin.

“Menurut saya, media telah membuat semuanya menjadi lebih buruk dibandingkan kenyataannya. Media membicarakan banyak hal. Tapi saya dan pelatih tetap menjalin komunikasi. Untuk saat ini, dia sudah punya pemain yang dia butuhkan.”
 
Gavin menilai timnas U-19 saat ini sudah bagus, dan begitu juga dengan pemain baru yang dipanggil memperkuat Garuda Jaya. Hanya saja, ia menilai pemain baru ini perlu meningkatkan kecepatan.

“Mereka bagus. Mereka punya kerja sama tim yang bagus, karena telah bermain bersama dalam jangka waktu yang lama. Saya bermain bersama sejak timnas U-16, dan pemainnya tidak banyak berubah,” kata Gavin.

“Ada beberapa pemain baru yang sangat bagus, dan berkualitas. Tapi menurut saya, mereka perlu meningkatkan kecepatan. Kebugaran mereka cukup bagus. Tapi saya ingin melihat mereka bermain dengan level [seperti FC Tokyo]. Sulit jika mempertahankan permainan dengan kecepatan seperti itu.”

Gavin juga menyatakan, rekan-rekannya di timnas U-19 patut mencoba berkarir di luar Indonesia, dan Jepang bisa menjadi salah satu opsi. Menurut Gavin, pemain timnas U-19 memiliki potensi untuk bermain di Jepang.

“Mungkin saja mereka bisa. Tapi seperti halnya saya, mungkin akan berat untuk masuk ke level senior. Sungguh berat untuk para pemain yang terbiasa dengan cara bermain di Indonesia untuk bertahan,” ujar Gavin.

“Tentu saja, menurut saya, tantangan besar adalah beradaptasi dengan makanan dan bahasa. Saya pikir tidak banyak di antara mereka yang bisa berbicara dengan bahasa Inggris. Namun mereka punya potensi, dan mereka sangat bagus.”
 

WAWANCARA EKSKLUSIF: Gavin Kwan Adsit Berharap Dikontrak FC Tokyo

 Dan Orlowitz

Goal.com - Gelandang muda Gavin Kwan Adsit berharap mendapat tawaran ikatan kontrak di FC Tokyo. Gavin saat ini menjalani trial selama satu pekan bersama klub Liga Utama Jepang (J-League) tersebut.
Usai menjalani trial, Gavin meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan asisten editor Goal Jepang dan Asia Dan Orlowitz usai menjalani latihan, serta mengungkapkan harapannya menjalani karir di Jepang. Berikut petikan wawancaranya:

Dan: Bagaimana kesan Anda terhadap Jepang?
Gavin: Saya sangat suka, sepakbolanya bagus. Saya suka dengan fasilitasnya, terutama di FC Tokyo. Mereka punya ruang khusus kebugaran, kamar ganti, dua lapangan bagus. Sangat senang berlatih di sini, dan bolanya juga bagus.
Dan: Apakah Anda sudah jalan-jalan di Tokyo?
Gavin: Belum. Setelah latihan saya memilih beristirahat.
Dan: Saya suka itu. Apakah ini pertama kalinya Anda ke Jepang?
Gavin: Ya.
Dan: Suka dengan makanannya?
Gavin: Saya suka, tapi porsinya terlalu banyak, saya tidak bisa menghabisinya, dan kadang merasa mual.
Dan: Bagaimana Anda mengatasi masalah bahasa?
Gavin: Saya punya penerjemah di lapangan. [Manajer Tokyo Massimo Ficcadenti] orang Italia, dia punya penerjemah seorang warga Jepang. Jadi diterjemahkan dari bahasa Italia ke bahasa Jepang, dan kemudian ke bahasa Inggris.
Dan: Apakah mengalami kesulitan dengan kondisi seperti itu?
Gavin: Sangat sulit. Tapi para pemain sangat menyenangkan. Mereka memberikan umpan kepada saya, dan kami bekerja sama. Mereka memberikan banyak masukan. Mereka terbuka, dan sangat bersahabat.
Dan: Apakah Anda familiar dengan J-League sebelum menjalani trial ini?
Gavin: Ya. [Klub-klub] Mereka sangat besar di Liga Champions Asia, dan salah satu liga terbaik di Asia. Saya melihat beberapa pertandingan.
Dan: Apakah ada tim yang menarik perhatian Anda secara khusus?
Gavin: Saya menyadari betapa besarnya level FC Tokyo. Di sini banyak pemain timnas Jepang, dan sejumlah pemain yang saya ikuti perkembangannya. Yoshinori Muto, Shuichi Gonda... Saya tahu Edu ketika dia masih di Schalke. Dia kuat dan agresif. Melihat dia berlatih di sini berbeda dengan melihatnya di televisi. Dia tidak butuh kecepatan. Hanya beberapa meter menggerakkan badannya, dan melepaskan tendangan.


Dan: Apakah Anda berbicara dengan Irfan Bachdim (Ventforet Kofu), atau Stefano Lilipaly (Consadole Sapporo) sebelum datang ke sini?
Gavin: Saya belum pernah bertemu mereka, tapi Irfan mengharapkan saya berhasil menjalani trial. Saya tahu mereka bermain di sini, dan ini sungguh besar untuk Indonesia. Mudah bagi masyarakat Indonesia menonton J-League, dan juga belajar gaya bermain sepakbola Jepang, karena menurut saya ini terbaik di Asia.
Dan: Lebih spesifik?
Gavin: Kecepatan dan pergerakannya. Para pemain bisa berubah arah dari kiri ke kanan, dan memindahkan bola dalam hitungan detik. Mereka sangat agresif, dan berjiwa petarung, serta bekerja sangat keras. Mereka tidak mudah menyerah. Kecepatan menyerang juga sangat efektif.
Dan: Saya ingin bicara mengenai pengalaman Anda di Eropa. Anda pernah ke Rumania, bagaimana situasinya?
Gavin: Perekonomian di sana tidak terlalu baik, dan lapangannya juga tak bagus. Latihannya memang bagus, tapi menurut saya, kualitas fasilitasnya tak terlalu bagus.
Dan: Anda pernah bilang ke Goal Indonesia ingin sekolah di Jerman, bagaimana dengan keinginan itu?
Gavin: Saya selalu mengubah rencana, karena sesuatu yang baru selalu muncul. Saya melakukan apa yang saya bisa dari hari ke hari. Saya berusaha sebaik mungkin, dan mengambil opsi terbaik untuk saya.
Dan: Jika FC Tokyo menawarkan Anda kontrak, apakah Anda ingin main di sini?
Gavin: Tentu saja.
Dan: Bagaimana jika bermain di J2 atau J3?
Gavin: Saya juga tertarik. Tapi akan lebih fantastis jika saya bisa bermain di Tokyo. Levelnya sangat tinggi, dan sungguh penting bagi saya untuk bergabung dengan tim ini, dan mengembangkan kualitas sebagai pemain.


Dan: Anda melihat pertandingan Tokyo ketika bermain imbang 4-4 melawan Urawa Reds Sabtu lalu. Apa kesan Anda terhadap pertandingan itu?
Gavin: Para pemain sangat bagus, terutama Muto. Pergerakannya saat menyerang bagus, dia mencetak dua gol. Kualitasnya sudah tinggi. Saya menikmati menonton laga itu.
Dan: Bagaimana kesan Anda terhadap fans di Jepang?
Gavin: Mereka menaruh respek kepada para pemain, lebih dari yang dilakukan fans di Indonesia. Mereka berteriak dan menyanyikan lagu yang bagus. Atmosfernya hebat.
Dan: Apa rencana Anda dalam waktu dekat?
Gavin: Saya berharap bisa berlatih di sini, atau di sebuah klub di Indonesia. Jika tidak, saya akan mencoba mencari klub yang bagus, atau hampir sama [dengan FC Tokyo], sehingga saya bisa mengembangkan kemampuan saya menjadi lebih baik.
Dan: Di mana Anda melihat peluang karir profesional Anda? Apakah di Eropa, atau Jepang?
Gavin: Saya hanya ingin mendapatkan tempat dengan kualitas bagus. Selama ada fasilitas bagus, pelatih bagus, perlakuan bagus, dan mereka menjaga Anda dengan baik, saya akan senang bermain di liga yang bagus dengan banyak penonton.
Dan: Sebagai seorang pesepakbola dari Indonesia, apakah Anda melihat J-League bisa memberikan pengaruh terhadap budaya sepakbola di Indonesia?
Gavin: Liga di Indonesia tidak secepat di Jepang, dan kualitasnya juga tidak terlalu bagus. Atmosfer, kualitas stadion... Menurut saya, masyarakat Indonesia perlu menonton J-League untuk melihat seperti apa sepakbola di Jepang. Mereka terlalu banyak menyaksikan pertandingan di Eropa yang jaraknya jauh. Mereka bisa menyaksikan J-League, dan tidak terlalu jauh dari Indonesia.