Selasa, 01 Juli 2014

Adu Dua Pelatih


Kedirikota.go.id - Pertandingan friendly match antara Persik U-21 v Timnas U-19 dipastikan bakal berjalan sengit. Pasalnya kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang. Namun laga itu bukan hanya bakal menjadi adu skill bagi para pemain kedua tim, namun juga akan menjadi ajang untuk adu teknik antar kedua pelatih. Di Persik ada nama Alfiat sebagai tukang racik strategi. Sedangkan di Timnas U-19 ada pelatih Indra Sjafri.

Nama Indra Sjafri sementara memang lebih unggul dibandingkan dengan coach Persik U-21, Alfiat. Sejak berhasil membawa Timnas U-19 meraih piala AFF, nama Indra Sjafri semakin menjadi buah bibir. Bukan hanya itu, Timnas U-19 juga menjadi dikenal oleh masyarakat luas berkat permainannya yang memikat. Full teknik dan fisik, itulah gambaran dari Evan Dimas dkk di bawah arahan Indra Sjafri.

Selama Tur Nusantara II, Timnas U-19 juga mencatat rekor tersendiri. Evan Dimas dkk tampak begitu perkasa. Mereka belum pernah sekalipun mengalami kekalahan selama tur nusantara II. Ini juga tak lepas dari ampuhnya strategi timnas yang diracik oleh pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Namun di pertandingan terakhirnya melawan Pra Pon Jawa Barat tiga hari lalu, Garuda Jaya hanya bisa memetik hasil imbang. Ini menunjukkan bahwa bukan tidak mung-kin anak asuh Indra Sjafri itu bisa dikalahkan.

Tapi Indra Sjafri tentunya juga tidak tinggal diam. Pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Sumatera Barat itu juga tidak ingin malu. Artinya mereka juga memburu kemenangan saat menjalani frieridly match dengan Persik U-21 di Brawijaya Jumat (4/7) mendatang. Dengan begitu bukan tidak mungkin Indra akan menurunkan seluruh kekuatan terbaiknya di pertandingan tersebut. Namun begitu, tim lapis dua Garuda layak juga tidak bisa dianggap remeh. Pemain cadangan mereka memiliki kualitas yang tak jauh beda dengan tim inti.

Rekor Timnas U-19 yang belum terkalahkan itu pula yang saat ini juga melecut para pemain Persik untuk bisa memecahkannya. "Menjadi sebuah kebanggaan bisa mengalahkan Garuda Jaya yang begitu superior," ungkap pelatih Persik U-21, Alfiat.

Alfiat mengatakan, dirinya sama sekali tidak gentar dengan rekor Timnas U-19. Alfiat mengaku, Sandy Tyas dkk sudah diinstruksikan untuk bisa memberikan perlawanan maksimal kepada Eyan Dimas dkk. Melihat timnya sekarang, Alflat sangat yakin jika Sandy Tyas dkk bisa mengimbangi Evan Dimas. "Kami juga sudah pelajari kekuatan mereka, setiap tim pasti punya kelemahan, dan itu yang sedang kami bidik melawan Timnas U-19 nanti," jelasnya. Alflat sendiri juga merasa sangat bangga dengan pertandingan itu. Sebagai pelatih yang usianya lebih muda, Alfiat berharap dia akan mendapatkan ilmu dari Indra Sjafri. Bukan hanya dirinya, namun juga anak asuhnya sebagai persiapan menghadapi babak 12 besar.

Perbaiki Timnas U-19, Indra Sjafri Maksimalkan Uji Coba Tersisa

 © Fajar Rahman

Bola.net - Indra Sjafri memastikan akan memanfaatkan sisa laga uji coba untuk memperbaiki dan mengeliminasi kesalahan di tubuh Timnas Indonesia U-19.

Terdekat, Evan Dimas cs sudah ditunggu tiga lawan asal Jawa Timur, yakni Persik Kediri U-21, Jumat (4/7), Arema U-21, Senin (7/7), serta Persida Sidoarjo, Jumat (11/7).

"Kami akan terus mengeliminasi kesalahan-kesalahan dari pertandingan sebelumnya pada uji coba nanti. Sebab, kami memiliki target tim ini akan memiliki kekuatan 100 persen pada Oktober nanti usai dari Spanyol," terang Indra.

Indra menyatakan memang tidak mudah untuk mencapai target masuk empat besar di ajang Piala Asia U-19 2014 Oktober mendatang. Meski demikian, Indra dan timnya tetap berusaha merealisasikan hal tersebut.

"Kita bentuk tim ini dengan sesi-sesi latihan yang sudah diprogramkan, termasuk melalui uji coba. Setelah ini, kita akan ke Eropa untuk mengikuti Turnamen COTIF. Dengan melawan tim yang memiliki level lebih tinggi, saya berharap pemain bisa mengetahui bagaimana rasanya bermain dengan level seperti itu dan memetik pelajaran berharga sebelum tampil di Piala Asia U-19," pungkasnya. (esa/pra)

Timnas U-19: Akan Menyeleksi Kiper Saat Puasa

@ Fernando Randy

Harian Bola - Menjelang berakhirnya Tur Nusantara II, timnas U-19 lebih intens dalam mencari satu kiper lagi untuk menggenapkan stok menjadi empat nama. Saat ini memang hanya ada tiga pemain yang tergabung dengan pelatnas jangka panjang, yakni Ravi Murdianto, Awan Seto, dan Diky Indrayana.
“Saya sejak awal ingin ada empat kiper yang tergabung dalam pelatnas. Namun, sejak Rully Desrian dikembalikan ke klub, kami belum menemukan pemain lain,” ungkap Jarot Supriyadi, pelatih kiper timnas U-19.

Menurut mantan pelatih kiper Persipura itu, kondisi tersebut mempunyai dampak negatif dan positif. “Di Piala AFC, kami hanya akan mendaftarkan dua atau tiga kiper. Bila mengacu pada stok kiper di pelatnas saat ini, tentu bisa dikatakan mereka semua aman. Saya tak mau itu terjadi. Harus ada persaingan positif untuk memperebutkan posisi kiper yang akan kami daftarkan. Namun, sisi positifnya adalah tiga kiper yang ada sekarang mempunyai jam terbang yang ideal,” ucapnya.

“Mungkin saat memasuki bulan puasa, kami akan memanggil beberapa kiper untuk diseleksi. Mereka akan diberi kesempatan untuk bergabung dengan pemain lain sekitar seminggu hingga 10 hari. Meski begitu, rencana itu masih belum pasti. Kita lihat keputusan pelatih Indra Sjafri nanti,” tutur Jarot.

Tim pelatih berharap dapat membawa empat kiper saat berlaga di International Football Tournament U-20 of Alcudia (Cotif) di Valencia, Spanyol, 10-20 Agustus. Tidak seperti saat menjalani tur Timur Tengah yang hanya membawa tiga kiper.

Sayang sekali memang. Kami jadi tidak bisa memberi pengalaman kepada banyak kiper,” kata Jarot.

Salah satu kiper timnas, Awan Seto, mendukung bila tim pelatih kembali memanggil satu kiper lagi. “Saya rasa tidak masalah. Kami bisa saling belajar. Selain itu, bisa menumbuhkan persaingan agar semakin terpacu lebih baik lagi,” ungkapnya.

Timnas U-19 Menuju Spanyol, Ujian Sesungguhnya

@ Gonang Susatio

Harian Bola - Selepas melalui Tur Nusantara II, timnas U-19 bakal menjalani pertandingan-pertandingan berkualitas tinggi di International Football Tournament U-20 of Alcudia (Cotif) di Valencia, Spanyol, 10-20 Agustus. Lawan-lawan berat telah menanti Tim Garuda Jaya. Timnas U-19 bersanding dengan Argentina U-20, Barcelona U-20, Mauritania U-20, dan Arab Saudi U-19.
Pelatih Indra Sjafri tak lantas panik melihat hasil undian turnamen Cotif. “Tidak ada masalah satu grup dengan mereka, tak ada yang perlu ditakuti. Yang penting, kami tetap berusaha keras dan penuh keyakinan bahwa kami bisa mengatasi mereka,” ujarnya.

Sang mentor menambah­kan para pemainnya tak merasa minder bakal menghadapi lawan-lawan yang memiliki tradisi kuat di dunia sepak bola internasional. “Kalau tidak pernah menghadapi lawan yang berat, tim pelatih tidak akan pernah tahu sejauh mana perkembangan para pemain,” kata Indra.

Cotif adalah turnamen sepak bola persahabatan internasional yang diikuti oleh klub U-20 maupun tim nasional U-20 dan diadakan setiap bulan Agustus di Kota La Alcudia.

Sejarah turnamen ini ber­awal saat EC I’Alcudia diundang untuk mengikuti turnamen sepak bola di Kota Bollene, Prancis, pada 1983, di mana tim peserta berasal negara-negara dari kawasan Eropa.

Ketika kembali ke negaranya, mereka mulai merencanakan membuat turnamen serupa yang ternyata sangat didukung oleh Dewan Kota dan seluruh penduduk Kota La Alcudia. Pada Agustus 1984, turnamen sepak bola internasional level usia U-20 pertama diadakan di Alcudia dengan nama beken Cotif.

Bintang-bintang sepak bola dunia seperti Iker Casillas, Raul Gonzales, Andriy Shevchenko, hingga Cafu pernah ambil bagian di turnamen ini. Pada 2013, tim Spanyol U-20 menjadi kampiun Cotif.

Jika mau sukses, timnas U-19 harus bekerja ekstra keras karena tim yang tampil di turnamen 2014 ini rata-rata berkualitas internasional. Dua pesaing di Piala AFC U-19, Arab Saudi serta Qatar, juga masuk dalam daftar peserta.
 

Dua Penggawa Timnas U-19 Kecewa Spanyol Kandas

 ist

INILAHCOM, Jakarta - Dua pemain andalan Timnas U-19. Al Qomar Tehupelasury dan Evan Dimas Darmono, mengaku sangat kecewa tim kesayangannya Spanyol harus tersingkir dari Piala Dunia Brasil 2014. Padahal, Spanyol saat ini mempunyai skuat pemain kelas dunia.

Spanyol harus angkat kaki lebih cepat dari Piala Dunia 2014 setelah kalah bersaing dengan dua tim lainnya di Grup B yakni Belanda dan Cile. La Furia Roja hanya menmpati urutan ketiga klasemen Grup B dengan torehan tiga poin dari tiga laga yang telah dilakoninya.

"Saya kecewa banget, tim favorit saya Spanyol harus tersingkir. Padahal, pemainnya bagus-bagus dan menjanjikan," kata Al Qomar kepada INILAHCOM, Selasa (01/7/2014).

Sementara itu, Evan Dimas menilai kegagalan Spanyol di Piala Dunia kali ini tidak terlepas dari faktor kepercayaan diri pemain Spanyol yang berlebihan.

"Dari sisi kualitas pemain, mereka top banget. Tapi, ya mereka terlalu meremehkan lawan. Sehingga mereka lengah," tuturnya.

"Saya pasti kecewa, Spanyol harus tersingkir dengan cepat. Padahal mereka salah satu tim yang dijagokan juara," tukasnya.[rza]

Prediksi Winger Timnas U-19 Duel Tim Tango-Swiss

ist

INILAHCOM,Jakarta - Pemain sayap Timnas U-19, Septian David Maulana, menjagokan Argentina pada pertandingan babak 16 besar melawan Swiss nanti malam. Sosok Lionel Messi menjadi faktor utama pemain kelahiran Semarang itu memprediksi Argentina mampu mengatasi Swiss.

Argentina akan bersua Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Arena Corinthians, Sao Paulo, Selasa (01/07) malam.

"Saya menilai Argentina masih diatas Swiss baik itu dari kualitas individu pemain maupun kerjasama tim," kata Septian David Maulana kepada INILAHCOM, Selasa (1/7/2014) sore.

Namun, David menilai pertandingan nanti malam tidak akan berjalan mudah bagi Argentina. Apalagi, skuat Swiss sudah menebar ancaman akan mematikan pergerakan Messi.

"Jika itu berhasil, maka Argentina akan keulitan menembus pertahanan Swiss. Ya, pemain Argentina harus pintar dalam menempatkan diri, jadi ketika Messi dimatikan pergerakannya maka pemain lain bisa mendobrak," ujarnya.

"Pertandingan nanti malam akan berjalan menarik dan ketat. Kedua tim akan bertnding habis-habisan untuk menjaga peluang mereka ke perempatfinal," tukasnya.[rza]

Dua Tim Jatim Bertekad Kalahkan Timnas U-19

antara foto

Timnas Indonesia U-19 sudah jalani 19 pertandingan selama keliling Indonesia dengan tajuk Tur Nusantara I dan II. Selama itu  juga, Evan Dimas dkk mampu menjaga hegemoninya. Mereka belum tersentuh kekalahan selama datang ke kota satu ke kota lainnya. Hasil terburuk adalah imbang lima kali, di antaranya lawan Mitra Kukar 21 dan Pra-PON Jawa Barat.

Duo tim Jawa Timur (Jatim) Persik Kediri U-21 dan Arema Indonesia Cronus U-21 yang akan menjadi lawan selanjutnya merasa tertantang. Persik Kediri U-21 yang berjuluk Macan Putih Junior itu berambisi menodai rekor positif anak asuh Indra Sjafrie. Garuda Jaya—julukan timnas U-19—dan Persik U-21 rencananya dijadwalkan bentrok di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat mendatang (4/7). Kini Persik U-21 serius persiapkan diri menatap partai penuh ambisi tersebut.

“Kami tertantang untuk mematahkan rekor tak terkalahkan timnas U-19 selama tur Nusatara. Kami ingin menang secara sportif,” jelas pelatih Persik U-21, Alfiat.
Sementara untuk partai timnas U-19 melawan Arema Indonesia U-21 akan digeber di Stadion Kanjuruhan, Malang, tiga hari kemudian (7/7). Pelatih Arema U-21, Agus Yuwono, mengaku telah hapal kekuatan Evan Dimas dkk. Dia pun mengklaim sudah memiliki strategi untuk meredam keunggulan timnas U-19 yang andalkan kecepatan.

Fisik bagus, kata Agus, menjadi syarat yang harus dipenuhi Arema Indonesia U-21 untuk akhiri hegemoni Evan Dimas dkk selama Tur Nusantara. Jika fisik prima, tim berjuluk Singo Edan Junior tidak akan kedodoran meredam agresivitas Evan Dimas dkk. “Timnas U-19 memiliki skill dan fisik bagus. Jadi, anak-anak harus berlatih fisik secara serius karena kami tak ingin pemain loyo dalam pertandingan,” jelas Agus.

Apalagi, Timnas Indonesia U-19 memiliki waktu recovery bagus jelang laga nanti. Evan Dimas dkk mendapat jatah libur tiga hari untuk mengembalikan stamina agar tidak ngedrop karena panjangnya waktu persiapan timnas U-19 menuju Piala Asia 2014 Oktober nanti. Selama libur, Evan Dimas dkk dibebaskan pulang kampung ketemu keluarga dan puasa bersama di rumah masing-masing. Mereka dijadwalkan sudah kembali berkumpul untuk lanjutkan latihan hari ini (1/7) di Kediri.

n”Kami akan terus mengeliminasi kesalahan-kesalahan dari pertandingan sebelumnya pada uji coba nanti. Kami memiliki target tim ini akan memiliki kekuatan 100 persen pada Oktober nanti usai dari Spanyol,” ungkap pelatih timnas U-19, Indra Sjafrie. (sumeks)