Kamis, 25 September 2014

Soal Kemungkinan Main di Spanyol, Evan Dimas Hanya Bisa Bermimpi

ist

Sportsatu.com - Kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas, tak menampik punya mimpi untuk bermain di Spanyol. Hal ini diutarakan saat timnas U-19 Indonesia melakukan tur di Spanyol guna beruji coba sebagai persiapan sebelum turun di Piala Asia U-19.

Mimpi itu disampaikannya saat diwawancarai oleh Barcelona TV. Mimpi itu ada tak lepas lantaran Evan merupakan salah satu pemain yang menyukai Barcelona.

"Itu rencana Tuhan. Saya punya mimpi, tapi itu Tuhan yang mengatur. Saya hanya bisa bermimpi dan berdoa," jelas Evan Dimas.

Peluang Evan Dimas sebetulnya ada. Pelatih Barcelona B, Eusebio Sacristan menilai bahwa Evan merupakan salah satu pemain timnas U-19 yang punya potensi berkembang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Eusebio Sacristan saat berdiskusi dengan jajaran pelatih timnas U-19 Indonesia yang dikomandoi Indra Sjafri. Apa yang disampaikan diteruskan Indra.

Iniesta Pemain Paling Disukai, Ini Alasan Evan Dimas

ist

Sportsatu.com - Kapten tim nasional U-19 Indonesia, Evan Dimas merupakan pengagum Barcelona sejak zaman Pep Guardiola. Permainan apik disebut menjadi penyebabnya.

Sementara itu, dari sejumlah pemain yang memperkuat Blaugrana, Evan mengaku paling suka pada Andres Iniesta.

Ada alasan dibalik hal tersebut. Salah satunya karena Evan punya posisi sama dengan gelandang berusia 30 tahun itu.

Akan tetapi, tak hanya itu, Evan mengutarakan alasan lainnya, yakni berkaitan dengan sosok pemain yang dikagumi.

"Saya suka karena bermain di posisi yang sama dengan Iniesta. Saya juga suka gayanya. Ia pemain yang pendiam tapi low profile. Tapi, ketika bermain di lapangan ia bagus," jelas Evan.

Hal ini disampaikan Evan saat diwawancarai Barcelona TV. Alasan menyukai Iniesta disebutkannya saat timnas U-19 melakukan tur di Spanyol.

Penggawa Timnas U-19 tak Percaya Diri, Indra Rotasi Pemain

nine sport

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA--Sejak awal, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri menegaskan bahwa dia tidak mengincar menang kalah. Ia hanya ingin para pemainnya mendapatkan simulasi sebelum berlaga di Piala ASia U-19 bulan depan.

Namun saat menghadapi Barcelona B di Ciutat Es Sportiva Joan Gamper Campo, Rabu (24/9) malam WIB, pelatih asal Sumatra Barat ini tak dapat menahan kekecewaannya. Bukan karena timnya digasak dengan skor 0-6, melainkan permainan anak-anak asuhnya yang di jelek.

Ia sempat beberapa kali tertangkap kamera mengekspresikan kegusarannya saat pemainnya melakukan kesalahan. Mulai dari salah mengoper hingga terjatuh.

"Kita kehilangan identitas permainan. Anak-anak sering salah passing," kata dia seperti dikutiptwitter resmi Nine Sport Inc , promotortur Spanyol timnas U-19.

Ia menilai para pemainnya tak percaya diri melawan Barcelona B. Indra menegaskan akan merotasi pemainnya saat menghadapi Real Madrid C pada Kamis (25/9) malam pukul 21.00 WIB ini.

Mengenai para pemain timnas U-19 yang kerap terjatuh, pihak promotor mengabarkan bahwa lapangan Ciutat Es Sportiva Joan Gamper Campo baru saja diguyur hujan gerimis. Lapangan menjadi licin dan menyulitkan Evan Dimas dkk. Tapi ini tak berpengaruh terhadap Barcelona B yang berlatih di sana.

Timnas U-19 Tidak Jelek, Cuma Skill Beda Jauh dengan Barcelona B


TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Di balik kekalahan telak 0-6 dari Barcelona B, Timnas U-19 Indonesia diangap punya nilai positif. Pujian pun diberkan pelatih Barcelona B, Eusebio Sacristan, untuk Timnas U-19.

Pujian itu dilantunkan Sacristan, yang didampingi asistennya, Carlos Hugo Bayon saat sesi diskusi dengan staf pelatih Timnas U-19 seusai pertandingan.

Timnas U-19 mendapatkan beberapa masukan dan di antaranya ada beberapa pemain yang menjadi sorotan. Selain itu, dibahas pula perbedaan kualitas teknik pemain antara kedua tim.

"Barcelona B senang bisa menghadapi Timnas karena bisa memberi kesempatan para pemain yang belum tampil di liga untuk bermain pada laga ini," ucap Indra.

"Menurut mereka, permainan Timnas U-19 tidak jelek, tapi memang skill sangat berbeda dengan Barcelona B," lanjutnya.

Indra pun mengaku, ada tiga pemain Timnas U-19 yang mendapat pujian khusus dari Sacristan .
"Mereka bilang tertarik dengan Dinan, Ilham Udin, dan Evan Dimas. Menurutnya, ketiga pemain itu punya potensi," tuntas Indra.

Lawan Real Madrid C, Timnas U-19 Jajal Kemampuan Putra Zidane


VIVAbola - Real Madrid C menjadi lawan terakhir tim nasional (timnas) Indonesia U-19 selama menjalani tur Spanyol. Kedua tim akan bertarung, Kamis, 25 September 2014 pada pukul 21.00 WIB dan disiarkan langsung oleh SCTV.

Real Madrid C merupakan tim yang bermain di Divisi Segunda B. Level ini dua tingkat di bawah kompetisi elite Spanyol, Primera Division.

Musim ini, penampilan Madrid C tidak terlalu mengesankan. Hingga jornada ke-5, Madrid C masih terbenam di posisi ke-19 dengan torehan 3 poin dari 5 laga.

Meski demikian, Real Madrid C tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Tim ini ditangani oleh pelatih Jose Aurelio yang punya segudang pengalaman. Pria berusia 48 tahun itu merupakan jebolan Los Blancos dan pernah menangani tim-tim Primera Division, seperti Real Zaragoza dan Racing Santander.

Selain itu, Madrid C kini juga diperkuat oleh Enzo Alan Zidane Fernandez. Gelandang berusia 19 tahun itu adalah putra dari legenda hidup Madrid, Zinedine Zidane. Sebelum bergabung dengan Madrid C, Enzo sempat memperkuat tim junior Madrid.

Sementara itu, pemain lainnya yang berpeluang menyulitkan Timnas U-19 adalah Ruben Molero. Kapten Madrid C itu terbilang paling senior. Dia bergabung sejak 2010 dan sudah bermain sebanyak 64 kali. Di lini depan, duet Alberto Lozano dan Sergio Sanchez, merupakan mesin gol bagi Madrid C musim ini. (one)

8 Fakta Menarik Usai Barcelona B Tekuk Garuda Jaya

VIVAbola - Barcelona B menunjukkan kualitasnya di depan tim nasional U-19 dalam laga uji coba di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Rabu 24 September 2014. Pasukan Eusebio Sacristian membungkam Garuda Jaya dengan skor telak 6-0.

Ini menjadi kekalahan terbesar pasukan Indra Sjafri dalam tiga laga Tur Spanyol. Dalam dua laga sebelumnya, Evan Dimas dan kawan-kawan hanya kalah tipis 1-2 dari Atletico Madrid B dan bermain imbang 1-1 lawan Valencia B.

Kekalahan ini sebenarnya dapat dimaklumi. Sebab, kualitas Barcelona B memang jauh berada di atas Garuda Jaya. Apalagi tim lawan diperkuat pemain kelas dunia seperti Luis Suarez dan Thomas Vermaelen.

Garuda Jaya bukan tim Indonesia pertama yang merasakan kedahsyatan Barcelona B. Salah satu tim peserta Liga Super Indonesia juga pernah menjajal kemampuan mereka. Sebelumnya, Mitra Kukar yang bermain di Liga Super Indonesia (ISL) juga menyerah dengan skor 0-4 dari Barcelona B.

Berikut fakta menarik usai Garuda Jaya dibungkam Barcelona B:
1. Ini kekalahan terbesar timnas U-19 dalam Tur Spanyol. Sebelumnya, Garuda Jaya hanya kalah 1-2 dari Atletico Madrid B.

2. Kunjungan Evan Dimas ke Barcelona merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kapten timnas U-19 itu pernah mengunjungi Blaugrana pada 2012 dalam ajang The Chance.

3. Timnas U-19 merupakan tim Indonesia kedua yang dihadapi Barcelona B. Tahun lalu, Mitra Kukar sempat menjajal kemampuan pasukan Eusebio Sacristan dan tumbang 0-4.

4. Gol ke gawang Ravi Murdianto merupakan yang pertama bagi Luis Suarez sejak bergabung dengan Barcelona dari Liverpool.

5. Gelandang timnas U-19, Zulfiandi, untuk pertama kalinya bermain dalam Tur Spanyol. Pemain klub PSSB Bireun Aceh itu sebelumnya harus berkutat dengan cedera.

6. Barcelona adalah klub idola dari Evan Dimas. Gelandang timnas U-19 itu juga mengagumi sosok Andres Iniesta.

7. Kekalahan 0-6 dari Barcelona merupakan kekalahan terbesar timnas U-19 sepanjang laga uji coba yang sudah mereka jalani sejak Februari 2014.

8. Luis Suarez sudah dua kali bertemu dengan tim nasional Indonesia. Sebelumnya, Suarez juga pernah memperkuat timnas Uruguay saat bertemu timnas Indonesia dalam laga uji coba pada 2010. Dalam duel ini, Suarez mencetak hattrick. (art)

Tiga Pilar Garuda Jaya Curi Perhatian Pelatih Barcelona B


 nine sport


VIVAbola - Barcelona B bukan tandingan Timnas Indonesia U-19. Dengan bantuan dua pemain senior, Luis Suarez dan Thomas Vermaelen, tim Segunda Division itu tanpa kesulitan berarti sukses menekuk Garuda Jaya dengan skor 6-0, Rabu 24 September 2014.

Sepanjang laga, Barca B tampak mendominasi permainan. Pasukan Indra Sjafri yang selama ini dikenal bermain dengan bola-bola pendek yang cepat, justru dibuat tertekan sepanjang pertandingan.

Suarez sukses mencetak dua gol dalam duel ini dan Vermaelen menyumbang satu gol. Sedangkan tiga gol lainnya masing-masing dicetak oleh David Babunski, Javier Fernandez, dan Maxi Rolondi.

Meski kalah, ternyata tiga pilar Garuda Jaya yang memikat hati tim pelatih Barcelona B di bawah pimpinan, Eusebio Sacristán. Mereka adalah Evan Dimas Darmono, Ilham Udin Armayn, dan Dinan Javier. Menurutnya, ketiga pemain itu punya kemampuan yang menjanjikan. 

"Mereka (tim pelatih Barca B) bilang tertarik dengan nomor 6 (Evan), nomor 20 (Ilham), dan nomor 9 (Dinan). Mereka bilang, ketiganya potensial," ujar Indra dalam rilis yang diterima wartawan.

Dalam duel di Ciutat Esportivo Joan Gamper, tadi malam, Evan, Ilham, dan Dinan tampil sebagai starter. Penampilan ketiganya memang tidak terlalu buruk. Sayang, tekanan yang dilakukan Barcelona B membuat ketiganya sulit mengembangkan permainannya.

Sementara itu, setelah bertemu Barcelona B, pasukan Indra Sjafri akan menjajal kekuatan Real Madrid C. Kedua tim akan bertarung hari ini, Kamis 25 September 2014, pukul 21.00 WIB. (asp)