Rabu, 01 Oktober 2014

Kiper Timnas U-19 Ceritakan Pengalaman Dibobol Suarez

ist

Liputan6.com, Yogyakarta: Kiper utama Timnas U-19 Ravi Murdianto mengaku senang bisa melawan Luis Suarez di tur Spanyol beberapa waktu lalu. Meski dibobol Suarez dua kali, Ravi mengaku justru bisa memetik pengalaman berharga.

Ravi ungkapkan perasaannya saat dibobol bintang Barcelona asal Uruguay itu. "Saya merasa senang, gak sedih.  Dapat pelajaran dari pemain bintang," ujar Ravi usai latihan di Stadion UNY Rabu (01/09/2014).

Ravi menyebut pengalaman bermain lawan bintang dunia tak ternilai harganya. Tak hanya dia, pemain lain di timnas U-19 juga merasakan hal yang sama. "Kami dapat pengalaman baru. Sedangkan cara main dan komunikasi jadi pelajaran bagi kami," tuturnya.

Ravi tampil di dua laga saat Tur Spanyol yaitu lawan Atletico B dan Barcelona B. Dikatakannya, tensi menghadapi dua pertandingan itu sangat berbeda. Dia mengatakan, pemain Barcelona B jauh lebih mendominasi ketimbang ketika melawan Atletico B.

"Atletico dan Barca beda. Barca ngepres terus jadi bola sering hilang," ujarnya.

"Doa" Bos Adidas Indonesia untuk Timnas U-19



 Ferril Dennys
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Nasional Indonesia U-19 sedang menjadi pusat perhatian publik Tanah Air. Garuda Jaya diharapkan berprestasi pada Piala Asia U-19 yang akan digelar di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014.

Presiden Director Adidas Indonesia, Benjamin Handradjasa, pun memiliki harapan yang sama. Benjamin mengaku optimistis Evan Dimas dan kawan-kawan bisa mencapai target meraih tiket Piala Dunia U-20, jika terus bekerja keras meraih keinginan itu.

"Terus latihan, terus kembangkan passion, dan bekerja keras. Jadi kalau punya sesuatu keinginan, terus perjuangkan itu. Suatu saat Anda akan meraihnya," kata Benjamin kepada Kompas.com di sela-sela acara jumpa pers Predator Hunt di Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Langkah pasukan Indra Sjafri terbilang tidak mudah. Indonesia harus bersaing dengan Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab pada babak penyisihan Grup B. Menurut Benjamin, Indonesia harus memiliki keyakinan tinggi untuk memenuhi tergetnya.

"If you can dream it, you can do it," tegasnya.

Lebih lanjut, Benjamin mengaku pihaknya selalu mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. "Sepak bola itu passionnya orang Indonesia. Karena itu, kami ingin mendukung. Bukan hanya sekedar fun tetapi prestasi juga," tuturnya.

Bentuk nyata dukungan Adidas terhadap kemajuan sepak bola Indonesia adalah digelarnya Predator Hunt. Program ini memburu pemain berbakat baik pria dan wanita dengan rentang usia antara 11 tahun hingga 15 tahun.

Adidas menargetkan 1.000 peserta berpartisipasi dalam proses seleksi Predator Hunt. Nantinya, akan dipilih 24 pemain akan diberikan pelatihan taraf internasional dari Chelsea FC Soccer School Indonesia (CFCSS) selama tiga bulan. Jumlah tersebut akan mengerucut menjadi lima peserta unggulan yang akan mendapatkan hadiah produk senilai Rp 25 juta dan kesempatan bertemu dengan ikon legenda sepak bola dunia.

"Indonesia memiliki 250 juta penduduk. Masak tidak bisa berprestasi di kancah internasional. Jadi, pada waktu mereka ada dan sampai berprestasi di kancah internasional, kami akan bersama mereka," bebernya.

Benjamin juga mengajak pihak-pihak lain untuk membantu pembinaan usia muda. "Kalau ngomongin Indonesia, kita bukan ngomongin masalah komersial. Kami ingin Indonesia berprestasi di level internasional," pungkasnya.

Indra Sjafri Minta Para Pemain Tetap Fokus

dok. jpnn

PELATIH Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 Indra Sjafri sepertinya sudah tidak akan memberikan porsi latihan keras pada anak asuhnya dalam sesi training camp tahap akhir di Jogjakarta.

Ya, pria asal Padang ini ingin anak asuhnya santai sebelum berperang dalam ajang AFC U-19 di Myanmar 9-23 Oktober mendatang. Karena itulah, sosok yang terpilih menjadi man of the year 2013 tersebut mengaku tak akan memberikan sesi latihan terlalu serius.

Kata Indra, materi-materi seperti taktik bermain dll untuk sementara ditinggalkan terlebih dahulu.
"Saya ingin para pemain sepenuhnya rileks sebelum bertolak ke Myanmar. Karena itu saya tidak akan memberikan materi yang terlalu serius. Hati yang enjoy tentu sangat dibutuhkan sebelum bertarung di ajang bergengsi sepeti AFC U-19," jelasnya.

Apalagi, lanjut Indra, sesi latihan serius sudah terlalu sering ia berikan pada sesi TC sebelumnya. Hasil dari TC jangka panjang ini sudah sangat terlihat dari beberapa pertandingan uji coba. Termasuk saat melakukan tur ke Spanyol beberapa waktu lalu.

"Sekarang latihan yang saya berikan hanya pemantapan hal-hal dasar sepeti set piece,penalti, tendangan bebas sampai lemparan ke dalam saja," ungkapnya.

Indra memastikan, Evan Dimas Darmono dkk sudah 100 persen siap berperang di Myanmar. Mental bertanding yang selama ini kerap dikeluhkannya sudah" berangsur membaik. Buktinya saat melakoni tur Spanyol, para pemain Garuda Jaya bermain dengan berani.

Pada tur Spanyol sendiri pemain timnas U-19 sudah menjajal pemain-pemain kelas dunia. Sebut saja Luis Suarez. Suarez yang saat ini masih berstatus pemain terhukum ikut membela Barcelona B kala menjamu Timnas U-19.

"Menghadapi Barcelona B yang diperkuat pemain sekelas Luis Suarez pun para pemain tidak gentar. Itu membuktikan mental bertanding mereka sudah jauh lebih baik. Semoga saja bisa sukses di AFC U-19," imbuhnya.

Terkait 23 pemain U-19 yang dibawa ke Myanmar, Indra memastikan mereka adalah yang terbaik di antara yang terbaik. Ya, menurutnya pemain-pemain yang tersingkir pun bukan pesepakbola yang berkualitas buruk. Kata Indra mereka hanya kalah dalam persaingan.

"Saya pastikan yang berangkat ini sudah benar-benar terbaik. Termasuk Rully Desrian yang baru saja saya panggil," ungkapnya.

Dalam sesi latihan di Lapangan UNY kemarin (30/9) ada sekitar empat pemain yang elum hadir. Mereka adalah Zulfiandi, Hendra Sandi, Rudolof Yanto dan Ilham Udin.
Kata Indra mereka masih beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman. (nes/din)(jpnn)


Timnas Indonesia U-19 Sudah Lalui Semua Tahapan Latihan

nine sport

Goal.com - Rabu (1/10) sore WIB, timnas Indonesia U-19 kembali menggelar pemusatan latihan di UNY Yogyakarta, jelang hadapi turnamen Piala Asia U-19 di Myanmar.

Kejuaraan yang berlangsung 9 hingga 20 Oktober tersebut bakal dihelat sebentar lagi, sehingga kini sang pelatih, Indra Sjafri, menyebut timnya sudah sampai pada persiapan tahap akhir.

"Alhamdulillah semua tahapan latihan kita sudah dilalui dan kita tinggal menunggu pertandingan perdana menghadapi Uzbekistan U-19. Persiapan kini fokus ke arah laga tersebut," papar Indra pasca latihan sesi sore.

"Apa yang akan kita lakukan tentu pertama menjaga kondisi pemain agar tidak ada yang cedera lagi, kedua menentukan siapa algojo set-piece kita, tapi kita tepat memperbaiki masalah di finishing," pungkasnya.

Djohar Arifin Masuk Kepanitiaan Piala Dunia U20

Jakarta  -  Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA menunjuk Ketua Umum PSSI,  Djohar Arifin Husin, untuk masuk dalam kepanitiaan Piala Dunia U20 tahun 2015 yang digelar di Selandia Baru. 

Bagi Djohar, penunjukan ini tidak akan mengganggu aktivitasnya sebagai pimpinan tertinggi PSSI dan dia akan memberikan yang terbaik atas kepercayaan yang diberikan.

“Masa kerja saya di PSSI berakhir 9 Juli 2015. Pemilihan Ketua Umum PSSI baru pun digelar pada bulan tersebut. Jadi tidak ada masalah. Apalagi Presiden FIFA, Sepp Blatter juga sudah memberikan dukungan,” jelas Djohar Arifin.

“Kualifikasi Piala Dunia U20 di Eropa sudah selesai dan Jerman juaranya. Eropa ada enam wakil, Afrika empat wakil, Asia empat wakil, Amerka empat wakil, Oceania satu wakil dan tuan rumah. Saya berharap Timnas Indonesia U19 bisa lolos ke semi final Piala Asia U19 sehingga berhak mewakili Asia di turnamen tersebut,” paparnya lagi.

“Harapan itu menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia. Menjadi sejarah baru jika Indonesia untuk pertama kalinya bisa tampil di Piala Dunia U20. Mudah-mudahan Evan Dimas dkk mampu mewujudkan harapan tersebut di Myanmar,” tutup Djohar berharap
 

Timnas Indonesia U-19 Siap Mental Ke Piala Asia


 nine sport


Goal.com - Melalui pelatih mentalnya, Guntur Cahyo Utomo, Timnas Indonesia U-19 menegaskan bahwa mereka sudah siap secara mental untuk terbang ke Myanmar, guna berjuang habis-habisan di Piala Asia U-19.


Segala hal yang bisa mempengaruhi psikis penggawa tim Garuda Jaya juga sudah diantisipasi dengan matang, berdasar survei yang sudah dilakukan di negara tuan rumah. Guntur menyebut jika kondisi mental Evan Dimas cs kini berada pada level yang amat baik.

"Secara personal saya mendampingi mereka dan sekarang tinggal finishing saja mengkondisikan mereka untuk segera ke Jakarta dan bertolak ke Myanmar," papar Guntur pada Goal Indonesia.

"Perjalanan ke Myanmar (menggunakan pesawat) hanya 30 menit, kondisinya nyaris sama dengan di Indonesia. Cuaca sama, kemarin juga sudah ada yang survei, makanan juga sudah bisa dikondisikan. Tinggal pikiran mereka yang difokuskan ke sana."

Sang pelatih mental kemudian melanjutkan penjelasan pada kondisi mental timnas U-19 pasca kembali dari Spanyol, lewat hasil yang tak bisa disebut menggembirakan.

"Jika di Spanyol kemarin kasusnya berbeda karena yang kita lawan jelas levelnya jauh di atas. Secara mental para pemain masih merasa nyaman, mereka bisa belajar banyak dari tur Spanyol kemarin. Mereka sadar betul jika level mereka berbeda dengan Real Madrid B atau Barcelona B," lanjutnya.
"Wong Real Madrid aja kalah sama Barcelona 5-0 kok," pungkasnya sembari melepas canda.

Rudy Keltjes Yakin Timnas U19 Toreh Prestasi di Myanmar, asal...


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Penasihat Tim Nasional U-19 Rudy W Keltjes mengaku yakin bahwa anak asuh Indra Sjafri akan berbicara banyak dalam ajang AFC U19 di Myanmar. Hal itu akan terjadi selama mental para pemain stabil dan dapat menunjukkan permainan yang konsisten.

"Saya yakin tim ini akan berbicara banyak di Myanmar, asal dapat bermain konsisten," ujar Rudy W Keltjes di Stadion UNY, Selasa (30/9/2014) kemarin.

Rudy mengungkapkan, jika dilihat dari laga uji coba yang dilakoni, memang soal finishing masih belum maksimal. Selain itu, mental pemain yang masih belum stabil, terutama ketika berhadapan dengan tim-tim yang levelnya di atas mereka, seperti saat tim U-19 melakoni "tour Spanyol".

"Di Spanyol kemarin, lawan mereka usianya lebih tua, tapi di Myanmar nanti usianya sebaya. Saya tetap yakin pada tim ini," tegas dia.

Rudy juga berpesan agar para pemain tidak jumawa setelah menjadi pusat perhatian masyarakat. Evan Dimas dkk tetap harus fokus dalam menghadapi setiap laga, mengeluarkan semua kemampuan demi nama bangsa.

"Saya sudah kasih masukan agar pemain menghilangkan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa," tandas dia.

Sementara itu, setelah mendapat libur seusai lawatan ke Spanyol, Timnas U-19 kemarin mulai mengelar latihan perdana di Stadion UNY. Dalam latihan jelang keberangkatan ke Myanmar, Indra Sjafri fokus pada servis bola-bola mati.