Selasa, 01 April 2014

Tur ke Timur Tengah, jadi moment tersendiri bagi Timnas U19


Berbol.com – Tur ke Timur Tengah, jadi moment tersendiri bagi Timnas U19. Tepat hari ini, tanggal 1 april 2014 Timnas U19 akan bertolak ke Timur Tengah, guna menjalani uji coba dengan tim sana.

GM High Performance Unit (HPU) Badan Tim Nasional (BTN), Chandra Solehan, mengatakan  tur ini akan jadi momen spesial, berdimensi ibadah, mengukur kemampuan, dan sekaligus merekatkan kebersamaan.

“Tim berangkat dari Jakarta 1 April, dan kembali ke Tanah Air pada 21 April,” ujar Chandra dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Senin (31/1/2014).

Para punggawa U19dan Official tim, dijadwalkan akan berangkat tanggal 1 april 2014 guna menjalani ibadah umrah terlebih dahulu, bagi pemeluk agama islam.

Umrah tersebut kurang lebih memakan waktu 5 hari.

Setelah menjalani Umrah, tim akan langsung terbang menuju Oman dari Jeddah.

“Total yang berangkat umroh adalah 25 pemain dan 9 ofisial. Sedangkan 4 pemain dan satu orang ofisial non-muslim, langsung bergabung ke Oman,” kata lelaki yang bertanggung jawab di bidang logistik Timnas ini.
Di sana, Evan Dimas dkk akan menjalani 4 laga uji coba. Skuat Garuda Muda akan melawan Timnas U-19 Oman pada 9 April. Setelah menjalani laga uji coba, Timnas Indonesia U-19 terbang ke Dubai, Uni Emirat Arab, untuk menjalani tiga laga uji coba.

Skuat asuhan pelatih Indra Sjafri akan melawan Timnas U-19 UEA sebanyak dua kali pada 14 dan 16 April, serta melawan klub Al-Shabab U-19 pada 19 April. Pada 21 April, Evan Dhimas Darmono cs akan kembali ke Tanah Air.

La Nyalla: Perjalanan Timnas U-19 Masih Panjang


Bola.net - Tim nasional Indonesia U-19 tidak terkalahkan sepanjang Tur Nusantara. Pada laga pamungkas, Evan Dimas dan kawan-kawan pun mampu menyelesaikan rangkaian Tur Nusantara tahap pertama dengan gemilang. Mereka mengalahkan Persiba Balikpapan, dengan skor 3-0, di Stadion Perikesit, Jumat (21/3).

Masing-masing gol tersebut, dicetak lewat bunuh diri Bais Rizal pada menit ke-36, Septian David Maulana pada menit ke-56, dan Paulo Sitanggang menit ke-66.

Sayangnya, hal tersebut belum membuat Wakil Ketua Umum (Waketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Matalitti, mengacungkan jempol.

"Saya belum melihat Timnas U-19 menampilkan hal yang luar biasa. Kalau menang di Tur Nusantara, itu sangat wajar. Sebab, mereka pemain Timnas dan harus selalu menang melawan tim lokal," kata La Nyalla.

"Memang permainan mereka bagus, tapi bagi BTN penampilan Timnas U-19 masih di kulitnya saja. Jangan terlalu membanggakan mereka karena tujuannya belum tercapai," sambungnya.

Ditegaskannya, sangat berharap Timnas U-19 tampil lebih bagus di ajang Piala Asia U-19 Myanmar Oktober mendatang. Pasalnya, skuad arahan Indra Sjafri tersebut ditargetkan lolos empat besar agar bisa berlaga dan juara di Piala Dunia U-20 tahun 2015.

"Tujuan kami lolos ke Piala Dunia U-20 belum tercapai. Daripada memberikan pujian, lebih baik memberikan kritik kepada pemain Timnas U-19. Sebab, kritikan membuat tim terus berusaha memperbaiki diri," imbuhnya.

Tahap pertama dalam Tur Nusantara, dilalui dengan menjalani laga uji coba sebanyak 13 pertandingan pada bulan Februari hingga Maret 2014. Dari 13 pertandingan tersebut, Garuda Jaya  meraih sembilan kemenangan dan empat hasil imbang. Mereka mencetak 20 gol dari 207 peluang. (esa/hsw)

Tur Timur Tengah Jadi Ajang Garuda Jaya Asah Finishing Touch


Bola.net - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengatakan jika penyelesaian akhir masih menjadi persoalan utama yang harus segera dituntaskannya. Itu diketahui pihaknya setelah melakukan evaluasi dari Tur Nusantara tahap pertama yang dirampungkan belum lama ini.

Dilanjutkannya, dari 13 pertandingan yang dijalani Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan, tercatat mampu menghasilkan sebanyak 217 peluang. Tapi sayangnya, hanya mampu memaksimalkan sebanyak 20 peluang.

Karena itu, dikatakannya lagi, tim pelatih berupaya terus memperbaiki ketajaman skuadnya melalui Tur Timur Tengah dan Tur Nusantara tahap kedua.

"Kemampuan para pemain mengonversi peluang menjadi gol, rata-rata ada di kisaran 10 persen. Angka ini, tentunya masih jauh dari harapan tim pelatih. Kami pun harap, masyarakat bisa bersabar. Sebab, jika diibaratkan timnya sebagai sebuah rumah, maka baru dipasang tiangnya dan belum sepenuhnya selesai untuk bisa ditinggali," imbuhnya.

Tak ayal, Indra membandingkan dengan Jepang yang bakal menjadi lawan di Piala Asia U-19 2014, Myanmar. Ada pun Jepang, mampu mencetak tujuh gol dari 10 peluang ke gawang Vietnam, tim yang dikalahkan Timnas U-19 di Piala AFF tahun lalu.

"Terlepas dari kemungkinan kesalahan taktik dari Vietnam, persentase mengonversi peluang menjadi gol di angka 70 persen itu sangat bagus. Kita berharap bisa efektif seperti itu. Target kita, ada di Piala Asia nanti. Sehingga, saya harap masyarakat sabar dan tak lagi bertanya-tanya kenapa Timnas U-19 bermain tidak seperti di Piala AFF lalu," kata Indra. (esa/dzi)

"Hati Garuda" untuk Timnas U-19 Garuda Jaya




Surabaya (ANTARA News) - Lagu berlirik heroik "Hati Garuda" akan diperdengarkan semua punggawa-punggawa Timnas U-19 atau yang dijuluki "Garuda Jaya" saat perjalanan menuju stadion.

"Harapannya satu, mampu menginspirasi Evan Dimas Darmono dkk saat bertanding," ujar Noe Letto, sang pencipta lagu.

Ia bercerita, sejak awal tak suka menonton pertandingan sepak bola, meski melibatkan tim-tim elite Eropa mana pun.

Namun, putra Sulung Emha Ainun Nadjib tersebut penasaran dengan Timnas U-19 yang ramai menjadi bahan pembicaraan.

"Awalnya penasaran dan lihat di televisi. Ada yang aneh dalam diri saya dan rasanya ikut dag dig dug. Dari sini mulai tumbuh rasa cinta terhadap sepak bola," ujarnya.

Suatu kesempatan dia ingin menyaksikannya langsung dari stadion.

Tapi ada yang janggal saat itu karena lagu-lagu yang diputar malah bertema cinta dari band-band ternama Indonesia.

"Saya tidak mempermasalahkan lagunya, tapi tidak pas didengarkan ketika Timnas yang mewakili bangsa ini bertanding. Dari situ saya ingin membuat lagu khusus Timnas yang nantinya tidak tahu mau diberikan di mana dan ke siapa," ucapnya.

Pria 34 tahun itu lantas diajak sang ayah mampir ke "Training Centre" Timnas U-19 di kompleks Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (25/3).

Kebetulan, Cak Nun diminta memberi motivasi dan wejangan untuk penggawa-penggawa serta ofisial tim, tepat usai makan malam.

"Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan tim dan pemain U-19 di sini. Kalau boleh saya ingin memberi hadiah berupa lagu untuk tim. Sebelumnya lagu ini belum pernah dinyanyikan, karena saya ingin memberinya khusus dan spesial untuk Timnas U-19," kata dia.

Tentu saja hadiah tersebut disambut baik oleh tim. Pemain dan ofisial langsung bertepuk tangan ketika penyanyi bernama asli Sabang Damar Panuluh itu memberikannya secara cuma-cuma.

"Saya bersyukur akhirnya lagu saya berguna. Terima kasih kepada tim dan PSSI yang sudah bersedia," katanya.

Pemain Timnas U-19, Martinus, Ravi Murdianto, Evan Dimas, Mukhlis Hadi, yang duduk tidak jauh dari Noe langsung sumringah. Ia tak menyangka dapat suntikan motivasi melalui lagu dari Noe.

"Siapa yang tidak kenal sama vokalis Letto. Semoga semakin memberi energi positif," celetuk Evan, kapten Timnas U-19.

Berikut lirik lagu "Hati Garuda"


Inilah langkah kami tak berhenti

Menatap matahari menaklukkan mimpi


Seperti batu karang yang berdiri

Suara kami lantang seperti genderang perang

Yang membelah kebuntuan dan membawa kita menuju kemenangan

#

Berikan semua jiwa dan raga

Hati Garuda siap berlaga


Berikan semua yang kita punya

Hati Garuda akan bisa terbang tinggi ke angkasa raya


Lihat keringat kami tak berhenti

Dengarkan janji kami...


Lalu siapa lagi yang berani

Jika bukanlah kami yang meneruskan mimpi

Tuk membuatnya terjadi dan menjadi bukti dari keteguhan hati


Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2014

Sumber

Indra Sjafri Sudah Temukan Komposisi Inti Timnas U-19

Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengakui sudah menemukan komposisi inti skuatnya untuk Piala Asia U-19 2014, meski turnamen itu baru akan bergulir sekitar lima bulan lagi. Hal itu berdasarkan evaluasi yang dilakukan juru taktik berusia 51 tahun tersebut dalam tur Nusantara.

"Tur Nusantara sudah selesai. Waktu itu setiap pemain selalu diganti setiap pertandingannya. Selanjutnya, pemain yang akan diganti semakin sedikit," papar Indra.

Bahkan, Indra menuturkan bukan hanya dirinya yang sudah mengetahui siapa yang akan menjadi pemain inti di tim Garuda Jaya. Para pemain pun sudah memahami betul mengenai hal tersebut. "Para pemain juga sudah tahu kalau dia akan menjadi pemain inti atau pengganti. Caranya dengan melihat rompi latihan yang dibagikan," ucap Indra.

Seperti diberitakan sebelumnya, rangkaian uji coba timnas U-19 masih akan berlanjut. Terdekat, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan akan melakukan empat kali uji coba di Timur Tengah, yang diawali dengan ibadah umrah pada 1-21 April mendatang.

Di samping itu, mereka juga akan beruji coba di Eropa pada periode Agustus nanti. Timnas U-19 sendiri ditargetkan menembus empat besar Piala Asia U-19, yang mana akan mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 2015.

Sumber

FROM GERMANY WITH LOVE - Gavin Kwan Adsit: Sebulan Di Niendorfer, Saya Cetak Empat Gol


Gavin Kwan Adsit menceritakan pengalaman barunya di Niendorfer TSV selama sebulan terakhir kepada pembaca Goal Indonesia.
Dear pembaca Goal Indonesia,

Sudah sebulan lebih saya berada di Jerman dan senang sekali rasanya dengan perkembangan selama di sini.

Saya merasa banyak kemajuan dan sedang dalam performa baik di Regionalliga. Buat pembaca yang belum tahu, saat ini saya memperkuat Niendorfer TSV di kompetisi A-Junioren Regionalliga Nord [Liga A Junior Wilayah Utara]. Ini sebuah kompetisi untuk para pemain U-19.

A-Junioren Regionalliga, meski setingkat di bawah A-Junioren Bundesliga, adalah liga yang sangat keras dan kompetitif. Namun saya merasa banyak belajar dari sini dan mengalami peningkatan pesat dalam waktu yang singkat. Target saya saat ini adalah untuk bisa menembus A-Junioren Bundesliga dalam jangka waktu enam bulan ke depan, mudah-mudahan bisa memperkuat tim junior Hamburg SV. Minggu depan saya akan merayakan ulang tahun ke-18, jadi masih ada waktu setahun untuk bermain di tingkat A-Junioren.

Di usia yang masih muda, saya masih harus banyak belajar, dan Jerman menyediakan sistem yang tepat untuk memperbaiki kemampuan saya. Mereka punya sistem kompetisi yang jelas dari tingkat usia muda hingga senior, dan semuanya terdata dan dikelola dengan sempurna.

Awalnya agak resah karena cukup lama menunggu visa, tempat tinggal sementara, dan urusan administrasi tim sambil melanjutkan studi secara online. Tapi saya sanggup beradaptasi di lingkungan baru dan sekarang bermain di skuat inti.

Jadi saat ini kami menempati peringkat ke-9 dari 14 klub di A-Junioren Regionalliga Nord, mengumpulkan 22 poin dari 18 pertandingan. Sayangnya saya baru hadir di sini selama kurang lebih sebulan, jadi baru memperkuat Niendorfer TSV selama tiga pertandingan, salah satunya pun laga persahabatan.

Dalam tiga pertandingan tersebut, saya sudah mencetak empat gol. Saya debut ketika melawan SV Meppen pada 8 Maret lalu. Saya mencetak satu-satunya gol buat Niendorfer TSV di situ pada menit ke-17, sayangnya mereka menyamakan kedudukan di babak kedua dan pertandingan berarkhir imbang 1-1. Sebagai gelandang sayap kanan, saya puas dengan debut itu.

Kemudian kami sempat memainkan friendly melawan SC Condor dari Oberliga, yaitu liga dari kelompok usia yang lebih senior dan tentunya tingkat yang lebih tinggi. Kami menang 5-2, dan saya mencetak dua gol. Pertandingan kami yang terakhir adalah pekan lalu ketika kalah 6-1 dari JFV Nordwest. Saya mencetak gol, tapi lucunya yang tercatat sebagai pencetak gol adalah rekan saya asal Turki, Furkan Aydin.

Secara performa, saya merasa ada peningkatan dalam semua skill. Irama permainan di sini sangat cepat dan menguras fisik. Tapi yang saya perhatikan sejak pindah ke sini, saya bisa lebih kuat dan menjaga composure [ketenangan] dalam melepaskan umpan atau tembakan. Kemampuan saya di segala bidang terasa meningkat dalam jangka waktu sebulan.

Suatu hal yang saya sesalkan adalah anak-anak di tim ini tidak semuanya serius ketika bertanding. Ada yang suka bercanda ketika bermain. Itulah sebabnya saya ingin berusaha naik ke level A-Junioren Bundesliga. Mohon doa teman-teman supaya saya bisa bermain di level yang lebih tinggi.

Terakhir, tidak lupa saya ingin mengucapkan 'good luck' buat timnas U-19 Indonesia. Saya dukung penuh dan selalu mengharapkan yang terbaik buat rekan-rekan timnas. Saya merindukan kalian. Saya memang harus memilih jalur yang berbeda, tapi tekad kita sama yaitu membawa sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Sampai di sini dulu pembaca Goal Indonesia. Mudah-mudahan sebulan sekali saya bisa menulis tentang update perkembangan saya selama di sini. Doakan saya di pertandingan berikutnya melawan JFV Ahlerstedt-Ottendorf/Heeslingen akhir pekan ini.

Salam Goal,

Gavin Kwan Adsit

Timnas U-19 Ingin Mencapai Level Lebih Tinggi Pada Tur Timur Tengah

Timnas Indonesia U-19 dipastikan bakal melakoni rangkaian tur Timur Tengah dengan empat kali uji coba. Mereka akan menghadapi timnas Oman U-19 (9/4), Uni Emirat Arab (14 dan 16 April), serta melawan klub Al-Shabab U-19 (19/4).

Sebelumnya, rombongan timnas U-19 akan menjalani ibadah umrah lebih dulu selama lima hari pada 1-5 April. Diharapkan, pada tur ini kemampuan Evan Dimas dan kawan-kawan bisa lebih meningkat.

Maklum, lawan-lawan yang akan dihadapi timnas U-19 akan berbeda dari yang mereka temui saat tur Nusantara, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, dari 13 uji coba tur Nusantara, timnas U-19 hanya melawan tim lokal.

"Kami memang butuh uji coba internasional, karena itu sangat besar sekali pengaruhnya. Apalagi, saat Piala Asia nanti kami bertanding di negeri orang," ucap Eko Purjianto, asisten pelatih timnas U-19.

"Masih banyak evaluasi yang harus kami lakukan. Kami ingin level anak-anak lebih tinggi lagi pada tur Timur Tengah nanti," tambah Eko.

Sementara itu, Indra menuturkan pihaknya akan mengenyampingkan lebih dulu urusan uji coba hingga ibadah umrah selesai dijalani. "Ibadah umrah akan menjadi alat untuk memperbaiki diri kami di sisi rohani. Tentu ini akan menambah motivasi kami," ucap Indra.

Seperti diketahui, timnas U-19 memang sedang bersiap untuk mengikuti Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober nanti. Pada ajang itu, skuat Garuda Jaya ditargetkan bisa menembus empat besar, yang otomatis lolos ke Piala Dunia U-20 2015.